PONTIANAK POST - Tidak hanya temulawak yang dikenal dalam tradisi herbal untuk membantu meningkatkan nafsu makan. Daun pepaya dan temuireng juga telah lama digunakan karena karakter pahit dan kandungan alaminya.
Dilansir dari Jawapos, Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Prof Dr Apt Mangestuti Agil MS, menjelaskan kedua tanaman tersebut memiliki kandungan yang dikaitkan dengan fungsi pencernaan dan respons lapar tubuh.
Daun Pepaya Digunakan Turun-temurun
Daun pepaya telah digunakan secara turun-temurun sebagai pembangkit nafsu makan sekaligus membantu pencernaan. Kandungan bioaktif di dalamnya secara alamiah merangsang pencernaan dan memacu respons lapar tubuh.
Baca Juga: Rahasia Temulawak Membantu Nafsu Makan Ada pada Kandungan Alaminya
Beberapa zat yang disebut berperan antara lain alkaloid carpaine dan pseudocarpaine. Kedua kandungan tersebut merangsang sistem saraf, memperbaiki pencernaan, dan memacu sekresi cairan lambung.
Selain itu, daun pepaya mengandung enzim proteolitik papain dan chymopapain yang membantu memecah protein dan mendukung proses pencernaan. Flavonoid dan fenolik juga disebut mendukung kesehatan saluran cerna secara keseluruhan.
Rasa Pahit Memicu Respons Pencernaan
Ketika ekstrak daun pepaya dikonsumsi, zat pahit mengaktifkan reseptor pada lidah. Aktivasi tersebut kemudian memacu cephalic phase reflex, sebuah respons alamiah yang meningkatkan produksi air liur, asam lambung, dan enzim pencernaan.
Baca Juga: Mengapa Rasa Pahit Bisa Memicu Respons Pencernaan Tubuh? Ini Penjelasannya
Respons tersebut membuat saluran cerna bekerja dan membantu makanan bergerak lebih efisien. Mekanisme itu juga dikaitkan dengan peningkatan nafsu makan.
Dengan demikian, karakter pahit daun pepaya menjadi bagian penting dalam mekanisme penggunaannya sebagai herbal untuk membantu nafsu makan dan pencernaan.
Temuireng Populer untuk Anak
Selain daun pepaya, temuireng juga dikenal sebagai herbal penambah nafsu makan, terutama pada anak. Tanaman tersebut mengandung minyak atsiri dan kurkumin yang ditengarai berperan sebagai penambah nafsu makan.
Baca Juga: Jamu Pahitan dan Cekokan Punya Filosofi Berbeda untuk Masalah Nafsu Makan
Kandungan tersebut juga dikaitkan dengan rangsangan terhadap pengeluaran cairan empedu serta pankreas untuk mensekresi sejumlah enzim. Enzim tersebut meliputi amilase, lipase, dan protease yang berperan dalam proses pencernaan.
Herbal Pahit dan Fungsi Pencernaan
Daun pepaya dan temuireng menunjukkan bagaimana tanaman dengan karakter rasa pahit telah lama dimanfaatkan dalam tradisi herbal.
Penggunaannya tidak semata-mata diarahkan untuk membuat seseorang lebih banyak makan. Kandungan dan rasa pahit tanaman tersebut juga dikaitkan dengan rangsangan terhadap berbagai proses yang membantu pencernaan.
Baca Juga: Tanpa Bahan Kimia, Sawi Pagoda Dirawat dengan Racikan Alami
Karena itu, tanaman pahit seperti daun pepaya dan temuireng menjadi bagian dari kekayaan herbal yang digunakan secara turun-temurun untuk membantu menjaga fungsi pencernaan dan mendukung nafsu makan. (*)
Editor : Chairunnisya