5,4 Juta Warga Terpapar Kabut Asap akibat Karhutla

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 23:03 WIB
Ilustrasi seorang warga memakai masker di tengah kabut asap.
Ilustrasi seorang warga memakai masker di tengah kabut asap.

 

PONTIANAK POST - Kementerian Kesehatan memperkuat bantuan logistik untuk menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi memengaruhi sekitar 5,4 juta warga di tujuh provinsi. Bantuan meliputi masker dan konsentrator oksigen, disertai pemantauan penyakit serta kualitas udara di wilayah terdampak.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan pemerintah telah mendistribusikan 5,3 juta masker ke daerah terdampak. Stok di tingkat provinsi masih sekitar 2,7 juta masker. “Total ada 5,3 juta masker yang sudah kita bagikan kepada daerah karhutla yang sudah berdampak. Ini stok masker di provinsi, masih cukup. Stok masker di provinsi masih 2,7 juta,” kata Dante di Jakarta, Jumat (28/8).

Dante mengimbau masyarakat menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Ia berharap kebutuhan masker menurun seiring pemadaman karhutla dan perbaikan kualitas udara.

Kemenkes terus memetakan kebutuhan di setiap provinsi, kabupaten, dan kota terdampak untuk memastikan ketersediaan logistik sekaligus memperkuat edukasi masyarakat. Selain masker, konsentrator oksigen disalurkan ke fasilitas yang membutuhkan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan oksigen.

Dampak kesehatan karhutla tercermin dari kasus penyakit yang tercatat di wilayah terdampak. Data Public Health Emergency Operations Center (PHEOC) Kemenkes per 27 Agustus 2026 mencatat 4.082 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Secara kumulatif, kasus ISPA di wilayah terdampak mencapai 13.449 kasus.

Kemenkes juga memantau pneumonia, asma, serta iritasi mata dan kulit yang berpotensi meningkat akibat paparan asap. Pemantauan dilakukan melalui surveilans kualitas udara, penerbitan surat kewaspadaan, serta penguatan edukasi dan promosi kesehatan.

Tujuh provinsi telah menetapkan status siaga darurat bencana karhutla, yakni Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Jambi, Riau, dan Sumatera Selatan. Kemenkes menyiagakan Public Safety Center, pos pelayanan kesehatan, rumah sakit rujukan, serta bantuan logistik di wilayah terdampak.

Kualitas udara juga menjadi perhatian. Data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) per 27 Agustus 2026 yang dikutip Kemenkes menunjukkan Pontianak, Kalimantan Barat, mencatat skor 328 atau kategori berbahaya.Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa karhutla bukan hanya persoalan kebakaran lahan, tetapi juga ancaman kesehatan bagi masyarakat yang terpapar asap.

Dante menekankan masyarakat perlu membatasi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker saat kualitas udara memburuk. Namun, perlindungan masyarakat tetap bergantung pada kecepatan pengendalian sumber asap. Semakin lama kebakaran berlangsung, semakin besar pula risiko paparan terhadap warga.(ars/ant)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
ispa masker karhutla kemenkes kualitas udara