Perbandingan Nutrisi dan Tekstur antara Greek Yoghurt dengan Yoghurt Olahan Biasa

Chairunnisya • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 16:00 WIB
Ilustrasi meminum yogurt (AI)
Ilustrasi meminum yoghurt (AI)

PONTIANAK POST - Di rak etalase pendingin toko swalayan, konsumen sering kali dihadapkan pada pilihan produk olahan susu yang beragam.

Ada pilihan Greek yoghurt yang dijual berdampingan dengan yoghurt biasa. Secara prinsip proses fermentasi kedua jenis yoghurt itu tidak berbeda.

Namun, tahapan pemrosesan akhir menciptakan keunikan karakter pada masing-masing jenis produk tersebut.

Baca Juga: Manfaat Yoghurt Bagi Penderita Intoleransi Laktosa Menurut Pakar Farmakognosi Unair

Peran Tahap Penyaringan Whey

Dilansir dari Jawapos, Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga Prof Dr Apt Mangestuti Agil MS menyebut kunci utama yang membedakan sensasi rasa dan kepekatan olahan ini terletak pada tahap ekstraksi cairan pasca-fermentasi.

Namun proses pem buatan Greek yoghurt diakhiri dengan penyaringan. Hal ini bertujuan untuk memi sapkan air dan bahan larut air bersama fraksi air whey (kepala susu).

Variasi Kandungan Gizi dan Tekstur

Hasil pemisahan komponen cairan ini secara otomatis mengubah konsentrasi zat gizi di dalamnya.

Baca Juga: Cuka Apel dan Fermentasi, Mengapa Produk Ini Berbeda dari Yoghurt?

Penyaringan itu pada umumnya membuat Greek yoghurt lebih kental, creamy, lebih tinggi kandungan protein, rendah laktosa, dan sering kali rendah karbohidrat.

Tergantung jenis susu yang dipakai, terkadang kandungan lemak Greek yoghurt lebih tinggi. Yang pasti, produk semacam itu mempunyai komposisi nutrisi yang berbeda antar produk (2026). (*) 

Editor : Chairunnisya
Greek Yoghurt whey susu kandungan protein rendah laktosa nutrisi yoghurt