Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Tumbang Titi – Manismata jadi Jalan Nasional

Ari Aprianz • Minggu, 15 Maret 2020 | 09:03 WIB
TERCEBUR: Sebuah minibus bermuatan enam penumpang tercebur ke sawah setelah mengalami selip di Jalan Raya Nusapati, Kecamatan Sungai Pinyuh, KM 47 Pontianak – Sungai Pinyuh, Jumat (21/1) sore lalu. ISTIMEWA
TERCEBUR: Sebuah minibus bermuatan enam penumpang tercebur ke sawah setelah mengalami selip di Jalan Raya Nusapati, Kecamatan Sungai Pinyuh, KM 47 Pontianak – Sungai Pinyuh, Jumat (21/1) sore lalu. ISTIMEWA
KETAPANG – Ruas jalan Tumbang Titi – Manismata di Kabupaten Ketapang akan diperjuangkan menjadi jalan strategis nasional. Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua Komisi V DPR-RI, Syarief Abdullah Alkadrie, saat mengunjungi kondisi ruas jalan tersebut, Sabtu (14/3).

"Kebetulan tahun 2020 ini ada pembahasan perubahan status jalan di Pemerintah Pusat dan saya akan berkoordinasi dengan Pak Gubernur mengenai hal ini. Kita akan usahakan agar ruas jalan ini bisa berubah status jalan strategis nasional, sehingga pembangunannya bisa dibiayai dari APBN," ujar Abdullah dalam kunjungannya bersama Ketua, Sekretaris, dan anggota DPRD Kabupaten Ketapang dari Fraksi Partai Nasdem seperti Sufanda, Syadianur, dan Jhony, serta calon Bupati-Wakil Bupati yang diusung Partai Nasdem pada Pilkada Ketapang 2020, Junaidi-Sahrani.

Tak dipungkiri dia jika ruas jalan yang menghubungkan Kecamatan Tumbang Titi dan Kecamatan Manismata tersebut sangat memprihatinkan. Dari laporan yang didapatnya, ruas jalan ini memiliki panjang 33 kilometer (km), namun hanya 7 km dalam kondisi baik. Selain sebagian besar masih tanah kuning, diakui dia juga, banyak jembatan sepanjang ruas jalan tersebut dalam kondisi rusak dan dipenuhi lubang yang dalam serta lebar. Padahal, menurut dia, ruas jalan dimaksud juga menghubungkan enam kecamatan di perhuluan Ketapang seperti Tumbang Titi, Marau, Jelai Hulu, Air Upas, Manismata, dan Kendawangan, bahkan dengan Kabupaten Sukamara di Kalimantan Tengah.

Dalam kesempatan kunjungan tersebut, Sahrani, calon Wakil Bupati yang mereka usung, meminta agar Abdullah bisa memperjuangkan ruas jalan ini menjadi jalan strategis nasional. Harapan dia agar pembiayaannya dapat diintervensi oleh dana APBN.

"Kami meminta Pak Syarief Abdullah sebagai wakil rakyat di DPR, untuk mendorong agar ruas jalan ini bisa berubah status menjadi jalan strategis nasional. Jalan ini penting artinya mengingatkan menghubungkan lima kecamatan dan Kalimantan Tengah," harap Sahrani.

Dengan diintervensi APBN, diharapkan dia proses pembangunannya menjadi lebih cepat. "Kita menyadari kemampuan anggaran di (Pemerintah) Provinsi (Kalbar) sangat terbatas dan diharapkan ini bisa dibantu pemerintah pusat," harapnya.

Menanggapi usul tersebut, Abdullah merespons baik. Dia berjanji akan berkoordinasi bersama Gubernur Kalbar Sutarmidji.

"Ruas jalan ini sangat penting karena menghubungkan lima (hingga) enam kecamatan serta Kalimantan Tengah. Ini jalan status Provinsi dan tentu kita menyadari anggaran di APBD Provinsi sangat terbatas, sementara beban jalan  hendak dibangun dan diperbaiki sangat panjang, yang konsekuensinya membutuhkan anggaran besar, belum lagi kebutuhan sektor lainnya," aku dia. (ote) Editor : Ari Aprianz
#jalan nasional #ketapang