"Pembangunan Jembatan Kepuluk (sebesar) Rp2,5 miliar, rekonstruksi jalan Pelang – Sungai Kepuluk Rp4 miliar, dan rekonstruksi jalan Sungai Kepulu – Batu Tajam Rp2 miliar," katanya, Selasa (24/1) di Ketapang.
Sebagaimana diketahui, pada ruas jalan sepanjang Pelang – Tumbang Titi, terdapat kerusakan jalan dan jembatan yang cukup parah, terlebih saat musim hujan. Hal ini tentu saja mengganggu arus lalu lintas, baik dari dan menuju Kota Ketapang. Menyikapi hal tersebut, Pemkab kembali menganggarkan dana untuk perbaikan jalan dan jembatan di ruas jalan yang menghubungkan ke sejumlah kecamatan di pedalaman.
Dennery menjelaskan, di ruas jalan tersebut terdapat kerusakan di beberapa titik. Oleh karena itu, perbaikan akan mereka lakukan berdasarkan kondisi jalan yang memerlukan perbaikan secepatnya. "Ada perbaikan dengan cara beton, tapi spot-spot. Untuk yang rusak parah rencananya akan dipancang baru dibeton atasnya," jelasnya.
Dennery mengaku jika pemerintah daerah tidak bisa memperbaiki seluruh kerusakan jalan. Hal ini, diakui dia, disebabkan keterbatasan dana yang dimiliki. "Kita pilih yang prioritas dulu. Perbaikan jalan yang rusak akan tetap dilakukan, tapi berdasarkan yang lebih prioritas atau yang memang memerlukan penanganan secepatnya," ungkapnya.
Pihaknya juga berharap keterlibatan pihak swasta dalam menanggulangi kerusakan jalan ini. Melalui program CSR, perusahaan diharapkan dia bisa menanggulangi sementara kerusakan jalan, termasuk ruas jalan Pelang – Tumbang Titi. "Kita tetap berharap dengan para perusahaan yang ada di Ketapang untuk tetap memelihara secara fungsional jalan tersebut melalui program CSR," harapnya.
"Pemerintah tetap mengalokasikan dana untuk perbaikan jalan, tapi tidak semua jalan sekaligus, karena keterbatasan dana. Penganggaran dana di tahun ini, khususnya di Jalan Pelang digunakan untuk konstruksi betonisasi saja. Oleh karena itu? Kami berharap dengan program CSR dapat membantu fungsionalnya," pungkasnya. (afi) Editor : Misbahul Munir S