KETAPANG - Aksi demonstrasi mewarnai pelantikan anggota DPRD Ketapang, Senin (9/9). Para demonstran menyampaikan 11 poin tuntutan, salah satunya meminta kepada DPRD agar mempertegas fungsinya dalam pemerintahan.
Ketua HMI Cabang Ketapang, Dedi Yusuf, mengatakan di Ketapang banyak persoalan yang harus diselesaikan. Aksi ini untuk mengingatkan DPRD agar tetap menjalankan tiga fungsi yang melekat di DPRD.
"DPRD adalah wadah penampung aspirasi masyarakat yang memiliki fungsi legislasi, penganggaran dan pengawasan. Saya kira ini perlu dipertegas. Makanya kami turun untuk mengingatkan itu," kata Yusuf.
Yusuf menjelaskan, dari 11 poin tuntutan, di antaranya menuntut DPRD Ketapang memprioritaskan penganggaran infrastruktur di bidang pendidikan, kesehatan dan pembangunan pada setiap tahun anggaran.
Kemudian menjadikan perbaikan Jalan Pelang-Batu Tajam sebagai prioritas utama untuk diselesaikan dalam jangka waktu tiga tahun anggaran.
Selain itu, mahasiswa juga mendorong DPRD Ketapang mendesak DPRD Provinsi untuk memperbaiki pembangunan jalan yang berstatus jalan provinsi di Ketapang.
"Kami juga mengingatkan anggota DPRD Ketapang yang hari ini dilantik untuk merealisasikan janji-janji politik pada saat kampanye," ungkapnya.
Mahasiswa juga mendesak DPRD untuk mendorong perusahaan yang beroperasi di Ketapang agar memprioritaskan tenaga kerja lokal di setiap proses perekrutan.
"Kami juga meminta DPRD lebih tegas dan memberi bukti nyata dalam mengatasi permasalahan tanah hak pakai masyarakat agar dapat disertifikatkan dengan mudah, seperti halnya perusahaan," tegas Yusuf, Dia berharap DPRD Ketapang dapat segera merespons dan memenuhi tuntutan yang disampaikan.
Mereka mengancam akan kembali melakukan aksi jika tak satupun tuntutan direalisasikan DPRD. Kedatangan massa disambut langsung Ketua DPRD Ketapang Sementara, Achmad Sholeh.
Sholeh menyambut baik dan mengapresiasi atas apa yang disampaikan para mahasiswa ke DPRD.
"Saya apresiasi sekali atas masukan kawan - kawan mahasiswa hari ini. Saya akan memperjuangkan apa yang telah disampaikan dalam tuntutan mahasiswa kepada kami," ungkap Sholeh. (afi)
Editor : A'an