PONTIANAK POST – Perubahan budaya global yang kian pesat turut membawa dampak terhadap perilaku generasi muda di berbagai daerah, tak terkecuali di Kecamatan Simpang Hulu, Kabupaten Ketapang.
Fenomena pergeseran nilai-nilai budaya timur ke arah gaya hidup kebarat-baratan mulai meresahkan, terutama ketika diwujudkan dalam bentuk pergaulan bebas dan penyalahgunaan narkoba.
Melihat kondisi ini, Mukti Plantation — melalui dua unit usahanya, PT Asia Mukti Lestari (PT AML) dan PT Mustika Agung Sentosa (PT MAS) — mengambil langkah nyata dalam bentuk penyuluhan dan edukasi. Pada Senin, 26 Mei 2025, perusahaan bekerja sama dengan berbagai pihak menggelar Workshop Tokoh Agama dan Remaja Kristiani Simpang Hulu di SDN 02 Simpang Hulu.
Kegiatan bertema “Bahaya Pergaulan Bebas dan Penyalahgunaan Narkoba” ini menghadirkan narasumber dari unsur Muspika, pemuka agama, dan perusahaan. Dari kalangan rohaniwan hadir Pastor Cirylus (Katolik) dan Pdt. Juminius (Protestan). Perwakilan dari Mukti Plantation diwakili oleh Dr. Iskandar Irwan Hukom dan Rudi Juan Sipahutar. Sementara dari Polsek Simpang Hulu hadir Brigadir Bayu Simanjuntak.
Workshop yang diikuti sekitar 60 peserta ini juga melibatkan unsur Camat, Danramil, Dewan Adat Dayak (DAD), guru, dan para siswa SMP serta SMA di wilayah setempat.
Menurut perwakilan perusahaan, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Mukti Plantation dalam mendorong langkah preventif demi menyelamatkan generasi muda dari jeratan narkoba dan pergaulan bebas.
“Kerusakan mental dan fisik generasi muda akibat narkoba bukan hanya menghancurkan kehidupan pribadi, tetapi juga masa depan bangsa. Oleh sebab itu, kami merasa berkewajiban untuk turut hadir memberi solusi dan pencerahan,” ujar Dr. Iskandar Irwan Hukom.
Ke depan, Mukti Plantation menyatakan akan terus menjalankan program serupa di wilayah binaannya, sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan dan generasi penerus bangsa. **
Editor : Miftahul Khair