Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Wabup Ketapang Apresiasi Bedah Buku dan Konfercab Pergunu

Ahmad Sofi • Senin, 30 Juni 2025 | 11:56 WIB
ARAHAN: Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, menyampaikan sambutan saat membuka Konfercab II Pergunu Ketapang yang dirangkai dengan bedah buku sejarah “Ketapang Singkat Cerita”, Sabtu (28/6).
ARAHAN: Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, menyampaikan sambutan saat membuka Konfercab II Pergunu Ketapang yang dirangkai dengan bedah buku sejarah “Ketapang Singkat Cerita”, Sabtu (28/6).

PONTIANAK POST - Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, menghadiri sekaligus membuka Konferensi Cabang II Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) di Ruang Pertemuan Kantor PCNU Ketapang, Sabtu (28/6). Konferensi ini dirangkai dengan peluncuran dan bedah buku sejarah lokal berjudul Ketapang Singkat Cerita.

Dalam sambutannya, Jamhuri mengapresiasi pelaksanaan konferensi dan kegiatan literasi sejarah tersebut. Ia menyebut keduanya sebagai langkah penting dalam memperkuat kualitas pendidikan sekaligus melestarikan identitas budaya daerah. “Pemerintah Kabupaten Ketapang berkomitmen mendukung pembangunan sumber daya manusia, termasuk melalui peningkatan mutu pendidikan dan penguatan nilai budaya lokal,” ujarnya.

Ia berharap Konfercab Pergunu mampu merumuskan strategi konkret dalam memperkuat peran guru-guru NU di Ketapang. “Saya mengapresiasi peluncuran dan bedah buku Ketapang Singkat Cerita yang menjadi bagian penting dari upaya pelestarian sejarah dan jati diri daerah,” tambahnya.

Jamhuri juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, organisasi keagamaan, komunitas pendidik, dan masyarakat demi membangun Ketapang yang lebih maju. “Dengan semangat gotong royong, kita pasti bisa mewujudkan Ketapang yang sejahtera, berbudaya, dan berdaya saing tinggi,” tutupnya. (afi)

Editor : Hanif
#sejarah lokal #Jamhuri Amir #pergunu #konfercab #wabup ketapang #penguatan pendidikan #budaya #bedah buku