Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Bupati Ketapang Lepas Rombongan Doa Akashah Keliling Kota

Ahmad Sofi • Kamis, 21 Agustus 2025 | 13:43 WIB
perjalanan : Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, melepas perjalanan rombongan pembaca Doa Akashah di Pendopo Bupati, Selasa (19/8) sore.
perjalanan : Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, melepas perjalanan rombongan pembaca Doa Akashah di Pendopo Bupati, Selasa (19/8) sore.

PONTIANAK POST- Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, melepas rombongan pembaca Doa Akashah untuk mengelilingi Kota Ketapang, Selasa (19/8) sore. Acara dimulai dari Pendopo Bupati Ketapang.

Pelepasan ditandai dengan pengibaran bendera kuning, sebagai simbol dimulainya perjalanan rombongan membawa doa dan harapan keselamatan bagi masyarakat Kabupaten Ketapang.

Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Semarak Robo-Robo Mandi Safar 1447 Hijriah yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Lawang Kekayun (PLK) Kabupaten Ketapang bekerja sama dengan Kelurahan Kauman.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata pelestarian adat, kebudayaan, dan kearifan lokal masyarakat Melayu Kabupaten Ketapang agar terus hidup dan diwariskan lintas generasi.

Sejumlah tokoh masyarakat, pejabat daerah, unsur TNI-Polri, hingga organisasi kemasyarakatan hadir memeriahkan acara ini. Nuansa tradisi Melayu tampak begitu kental dengan pakaian adat yang dikenakan para peserta, menambah semarak suasana.

"Saya mengapresiasi atas inisiatif PLK dalam menjaga tradisi Doa Akashah. Saya menegaskan pentingnya melestarikan kearifan lokal sebagai identitas daerah, serta mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memanjatkan doa demi keselamatan dan keberkahan Kabupaten Ketapang," ungkap Alex.

Usai pelepasan, rombongan Doa Akashah berangkat menyusuri sejumlah titik di Kota Ketapang. Mulai dari Pendopo Bupati, Jalan KH. Agus Salim, Bundaran Ale-Ale, Jembatan Pawan 1, Kinjil Pesisir, hingga Makam Keramat Tujuh, sebelum kembali ke Pendopo. Perjalanan ini menjadi simbol doa dan harapan yang menyatu dengan kebersamaan masyarakat.

Tradisi Doa Akashah keliling kota diharapkan tidak hanya membawa keberkahan dan keselamatan, tetapi juga mempererat silaturahmi serta menumbuhkan rasa cinta terhadap adat, kebudayaan, dan kearifan lokal Melayu.

"Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa warisan budaya bukan hanya harus dijaga, melainkan juga dirayakan bersama," ujar Alex.

Selain Doa Akashah, rangkaian Semarak Robo-Robo Mandi Safar tahun ini juga menghadirkan Malam Pagelaran Seni Budaya Warisan Melayu serta puncak acara Robo-Robo dan Mandi Safar pada 19–20 Agustus 2025, yang akan semakin meneguhkan semangat kebersamaan masyarakat Ketapang. (afi)

Editor : Hanif
#adat melayu #Pelestarian Adat #Alexander Wilyo #dilepas #lintas generasi #Bupati Ketapang #doa dan harapan #melayu #kearifan lokal