PONTIANAK POST - PT Cita Mineral Investindo Tbk (CMI) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat lokal melalui perekrutan tenaga kerja. Hingga 2025, tenaga kerja di dua site operasional, yakni Site Air Upas dan Site Sandai, didominasi oleh putra-putri daerah yang berasal dari Kalimantan Barat.
"Penerimaan tenaga kerja di CMI bukan sekadar kebutuhan operasional, melainkan juga menjalankan amanat undang-undang. HRGA berkewajiban memastikan tenaga kerja lokal mendapat prioritas, sehingga manfaat keberadaan perusahaan benar-benar dirasakan oleh masyarakat sekitar," ujar Junaidi Giantoro, Manager HRGA CMI.
Hingga saat ini, Site Air Upas mencatat 371 karyawan internal, dengan 78 persen atau 288 orang merupakan tenaga kerja lokal. Dari jumlah tersebut, 72 persen berasal dari Kabupaten Ketapang dan 49 persen dari ring 1 atau wilayah terdekat dengan area operasi.
Sementara di Site Sandai, terdapat 243 karyawan internal, dengan 71 persen atau 172 orang berasal dari Kalimantan Barat, terdiri dari 110 orang dari Kabupaten Ketapang dan 66 orang atau 60 persen dari ring 1.
Bagi masyarakat lokal, kesempatan bergabung di CMI memberikan makna lebih dari sekadar pekerjaan. Selain itu, perekrutan lokal menjadi ruang bagi generasi muda Kalimantan Barat untuk membuktikan potensi mereka. Melalui program pelatihan dan pengembangan keterampilan yang konsisten diberikan perusahaan, para karyawan memiliki kesempatan untuk terus bertumbuh.
Hal ini menciptakan optimisme baru bahwa tenaga kerja lokal mampu bersaing di sektor pertambangan, sekaligus menjadi motor penggerak pembangunan berkelanjutan di wilayahnya.
CMI juga melihat pentingnya keterlibatan masyarakat dalam jangka panjang. Oleh karena itu, perusahaan tidak hanya memberikan peluang kerja, tetapi juga mendorong adanya transfer pengetahuan antar generasi. Para karyawan berpengalaman didorong untuk menjadi mentor bagi tenaga kerja baru, sehingga budaya kerja yang aman, produktif dan beretika dapat terus terjaga serta diwariskan.
"Tenaga kerja lokal adalah aset utama perusahaan. Kami ingin memastikan bahwa keberadaan CMI benar-benar memberi manfaat langsung, tidak hanya bagi bisnis, tetapi juga bagi masyarakat dan pembangunan Kalimantan Barat," tutup Junaidi Giantoro. (*/afi)
Editor : Hanif