Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

MUI Ketapang Teguhkan Moderasi Beragama dan Pesan Damai Umat

Ahmad Sofi • Senin, 27 Oktober 2025 | 13:05 WIB
RAKOR: Sekda Ketapang, Repalianto, membuka rapat koordinasi MUI Ketapang 2025 di salah satu hotel di Kota Ketapang, Sabtu (25/10).
RAKOR: Sekda Ketapang, Repalianto, membuka rapat koordinasi MUI Ketapang 2025 di salah satu hotel di Kota Ketapang, Sabtu (25/10).

PONTIANAK POST – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ketapang menegaskan kembali komitmennya dalam menjaga kerukunan dan memperkuat moderasi beragama. Komitmen tersebut ditegaskan melalui rapat koordinasi (rakor) yang dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang, Repalianto, di salah satu hotel di Kota Ketapang, Sabtu (25/10).

Rakor yang berlangsung selama dua hari ini mengusung tema “Memperkokoh Peran MUI sebagai Khodimul Ummah, Shodiqul Hukumah, dan Himayatul Ummah untuk Kemaslahatan Bersama.” Forum tersebut menjadi ajang konsolidasi dan penyamaan visi dalam menghadapi berbagai tantangan umat di era digital dan globalisasi nilai.

Dalam sambutannya, Repalianto mengapresiasi kiprah MUI sebagai garda terdepan dalam menjaga akidah umat serta membangun moralitas dan integritas sosial masyarakat. “Di tengah derasnya arus informasi yang sering kali mengikis nilai-nilai luhur, kita perlu bersama-sama menanamkan pemahaman agama yang moderat, toleran, dan sejuk. MUI memiliki peran vital dalam menyebarkan pesan damai dan menolak ekstremisme,” ujarnya.

Ia menegaskan, MUI bukan hanya lembaga keagamaan, tetapi juga mitra strategis pemerintah dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan politik. Karena itu, ia berharap MUI dapat terus memberikan saran dan masukan yang menjadi pedoman bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan yang berpihak pada kemaslahatan umat.

Selain memperkuat moderasi beragama, MUI juga diharapkan berperan aktif dalam menangkal penyebaran hoaks dan ujaran kebencian yang dapat memecah belah persatuan. “Gunakan forum-forum keagamaan untuk menyebarkan pesan persatuan dan kesatuan, serta menumbuhkan rasa saling menghormati di tengah masyarakat yang majemuk,” pesan Repalianto.

Ia juga menekankan pentingnya peran MUI dalam menjaga harmoni antarumat beragama di Ketapang. “MUI bersama lembaga keagamaan lainnya harus menjadi teladan dalam merawat toleransi dan memastikan setiap warga merasa aman dan nyaman menjalankan keyakinannya,” tuturnya.

Pemerintah daerah, lanjut Repalianto, berkomitmen mendukung penuh program-program MUI dalam upaya mencerdaskan, memajukan, dan menyejahterakan umat. “Kita harus memastikan ajaran agama menjadi motivasi kuat untuk membangun masyarakat yang adil, makmur, dan berakhlak mulia,” pungkasnya. (afi)

Editor : Hanif
#jaga kerukunan #rakor #Moderasi #MUI Ketapang #pemkab ketapang #Komitmen