Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Pelatihan Jurnalistik Aparatur Desa Ketapang: Satu Desa Satu Jurnalis untuk Informasi Positif

Ahmad Sofi • Senin, 3 November 2025 | 13:11 WIB

 

RAPAT: Sekda Ketapang, Repalianto, memberikan arahan saat memimpin rapat pembahasan Raperbup tentang Pemanfaatan Pendapatan BLUD, beberapa waktu lalu.
RAPAT: Sekda Ketapang, Repalianto, memberikan arahan saat memimpin rapat pembahasan Raperbup tentang Pemanfaatan Pendapatan BLUD, beberapa waktu lalu.

PONTIANAK POST - Aparatur desa se-Kabupaten Ketapang mendapat pelatihan jurnalistik di Ruang Rapat Utama, Kantor Bupati Ketapang, Sabtu (1/11). Kegiatna ini menargetkan, setiap desa di Ketapang memiliki satu jurnalis untuk menyampaikan informasi seputar desa. Kegiatan ini dihadiri sejumlah pihak, termasuk Kampung Borneo Multimedia selaku mitra pelaksana kegiatan, serta pengurus DPD Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Ketapang yang menjadi penggerak utama pelatihan ini.

Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang, Repalianto, mengatakan perkembangan teknologi informasi saat ini menuntut aparatur desa untuk lebih adaptif dan kreatif. "Kita hidup di era digital yang menuntut aparatur desa mampu mengelola informasi dengan baik. Desa bukan hanya pusat pelayanan publik, tapi juga pusat informasi dan promosi potensi lokal," kata Repal.

Program satu desa satu jurnalis diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kemampuan aparatur desa di bidang jurnalistik, multimedia, digital marketing, e-commerce, serta kemampuan komunikasi publik yang transparan dan profesional. "Melalui pelatihan ini, kita ingin menciptakan aparatur desa yang cakap menulis, mampu menyebarkan informasi positif, dan menjadi agen perubahan di desanya masing-masing," harapnya.

Ketua DPRD Kabupaten Ketapang, Ahmad Soleh, juga memberikan apresiasi besar terhadap kegiatan ini. Dia menegaskan bahwa desa adalah ujung tombak pembangunan yang perlu diperkuat dari sisi sumber daya manusia. "Desa adalah fondasi utama pemerintahan. Kalau desa kuat, maka kabupaten juga akan kuat. Aparatur desa harus bisa menjadi penggerak transparansi dan pembangunan," tegasnya.

Dia juga menyoroti pentingnya pemanfaatan media sosial secara bijak dalam penyebaran informasi. "Gunakan media sosial untuk kebaikan. Jangan sedikit-sedikit upload kalau ada masalah. Klarifikasi dulu sebelum menyebarkan berita, agar tidak menimbulkan hoaks," pesannya. (afi)

Editor : Hanif
#aparatur desa #informasi positif #satu desa #ketapang #Memperkuat komunikasi #pelatihan jurnalistik #Era Digital