PONTIANAK POST - Banjir rob yang melanda Ketapang beberapa hari terakhir menyebabkan kerusakan di beberapa sektor. Tak hanya bangunan yang rusak, sektor pertanian juga terdampak.
Ketapang memiliki garis pantai yang cukup panjang. Membentang dari Kecamatan Matan Hilir Utara, Muara Pawan, Delta Pawan, Benua Kayong, Matan Hilir Selatan hingga Kecamatan Kendawangan. Sejumlah bangunan dan fasilitas umum mengalami kerusakan. Di Kecamatan Muara Pawan tepatnya di Pantai Tanjung Belandang dan Pantai Air Mata Permai, bangunan di tempat wisata rusak diterjang gelombang air pasang.
Hal serupa juga terjadi di Pantai Pecal Kecamatan Benua Kayong. Sejumlah fasilitas yang dibangun oleh pemerintah dan warga, rusak. Tak hanya itu, rumah dan tempat usaha milik warga juga rusak diterjang gelombang air laut.
Di Kecamatan Matan Hilir Selatan, banjir juga menghantam rumah warga yang berada di pesisir pantai. Sebagian di antaranya rusak.
Kerusakan parah terjadi di pesisir pantai di Kecamatan Kendawangan. Rumah-rumah warga yang berada di bibir pantai rusak parah. Bahkan beberapa di antaranya sampai roboh. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Selain merusak bangunan, banjir rob juga merusak ratusan hektar tanaman padi. Tanaman padi rusak karena terendam air asin.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hotrikultura Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Ketapang, Elly Hendrawati, mengatakan ada ratusan hektar lahan pertanian terdampak banjir rob. Sebagian besar mengalami kerusakan dan mati.
Dia menjelaskan, kawasan pertanian yang terdampak banjir rob tersebut tersebar di empat kecamatan, yakni Kecamatan Benua Kayong, Matan Hilir Selatan, Matan Hilir Utara dan Kendawangan.
"Berdasarkan data sementara, lahan pertanian terendam banjir rob ada di empat kecamatan di kawasan pesisir. Luasnya sekitar 686,04 hektare," kata Elly, Kamis (11/12).
Di menjelaskan, banjir rob ini selalu terjadi setiap tahun. Sektor pertanian, khususnya tanaman padi yang berada di pesisir pantai, selalu terdampak. Pemerintah berupaya meminimalisir dampak dengan membuat pintu air agar air laut tidak masuk ke lahan pertanian.
Akan tetapi, tingginya gelombang pasang membuat pintu air tidak mampu menahan debit air dan akhirnya air laut masuk ke lahan pertanian.
"Kerusakan tidak hanya di lahan yang sudah ditanam, tapi juga di lahan penyemaian bibit," ungkapnya.
Untuk meringankan beban petani, pemerintah akan memberikan bantuan berupa benih bibit padi. Bantuan ini akan menyasar petani yang terdampak parah.
"Bantuan benih padi akan kami berikan, tapi tidak bisa mencakup semuanya, karena luasnya area yang terdampak," ungkapnya. (afi)
Editor : Hanif