Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

KONI Ketapang Paparkan Prestasi Cabor, Sisa Anggaran 2025 Dikembalikan ke Kas Daerah

Ahmad Sofi • Sabtu, 3 Januari 2026 | 13:58 WIB
Theo Bernadhi
Theo Bernadhi

 

PONTIANAK POST - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Ketapang merilis berbagai program hingga capaian prestasi cabang olahraga selama tahun 2025. Selain itu, KONI juga mengembalikan sisa anggaran yang tak terserap di tahun 2025.

Ketua KONI Ketapang, Theo Bernadhi, mengatakan anggaran yang diterima KONI Ketapang sudah melalui tahapan dan mekanisme penganggaran yang sesuai. Dimulai dari pengajuan proposal yang diinput melalui aplikasi e-hibah pada tahun sebelumnya hingga proses penganggaran, penetapan sampai dengan penandatangan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD).

Theo menjelaskan bantuan hibah pemerintah ke KONI sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan. Di dalamnya disebutkan pemerintah pusat dan pemerintah daerah wajib mengalokasikan anggaran keolahragaan melalui anggaran pendapatan dan belanja negara dan anggaran pendapatan dan belanja daerah.

"Hibah ini bagian dari tanggung jawab pemerintah yang tertuang dalam undang-undang keolahragaan dan kemudian diterapkan sesuai aturan serta mekanisme yang ada, dan ini berlaku di seluruh KONI se Indonesia," katanya.

Dia juga menjelaskan, pada 2025 lalu KONI Ketapang menerima hibah Rp1,7 miliar. Anggaran tersebut diperuntukan untuk berbagai kegiatan dan program sesuai dengan proposal dan rancangan anggaran biaya (RAB). Di antaranya pembinaan dan prestasi cabang olahraga sebesar 73 persen dari total anggaran, termasuk bantuan dana pembinaan untuk 46 cabang olahraga di bawah naungan KONI Ketapang.

Kemudian bantuan peningkatan sumber daya manusia, yakni pelatihan wasit dan juri yang terealisasi untuk 4 cabang olahraga dengan jumlah wasit dan pelatih ikut sebanyak 30 orang. Pelaksanaan pelatihan tidak hanya di Ketapang, tapi di luar Kalbar.

Selain itu, ada juga bantuan mengikuti kejuaraan yang terealisasi ke 10 cabang olahraga serta bantuan untuk pra-porprov, termasuk mengikuti Kejurda maupun menggelar kejuaraan yang terealisasi ke 14 cabang olahraga.

"Bantuan yang disalurkan ini berdasarkan proposal pengajuan dari cabor dan surat pelaksanaan kejuaraan dari masing-masing cabor yang disesuaikan dengan anggaran yang tersedia di KONI," jelas Theo.

Bantuan tersebut dilengkapi dengan bukti kuitansi serta berita acara serah terima. "Untuk pertanggungjawabannya sudah dibuat untuk kemudian nanti akan diserahkan ke Pemda Ketapang melalui Dispora selaku pihak pemberi hibah," lanjutnya.

Dia melanjutkan, dari berbagai kegiatan yang diikuti berbagai cabang olahraga tersebut, para atlet-atlet ketapang berhasil meraih berbagai prestasi sepanjang tahun 2025.

Di samping itu, anggaran tersebut juga diperuntukkan bagi kebutuhan operasional sekretariat KONI sebesar 27 persen selama 1 tahun. "Pengurus KONI, baik ketua, sekretaris, bendahara dan lainnya itu sama sekali tidak menerima gaji, karena tidak diperbolehkan sesuai aturan yang berlaku. Ini perlu saya sampaikan agar para pihak juga mengetahui bahwa menjadi pengurus KONI tidak berhak untuk menerima gaji," tegasnya.

Dia juga menegaskan bahwa dalam kepengurusan KONI saat ini, pihaknya juga berkomitmen untuk tidak melakukan hal-hal yang melanggar aturan. Pihaknya lebih memilih untuk melakukan pengembalian anggaran yang tidak terserap ke kas daerah.

"Ada Rp143 juta yang sudah kita setor kembali ke kas daerah dari beberapa pos anggaran. Di antaranya dari pos anggaran bantuan pembinaan cabang olahraga hanya tersalurkan ke 39 cabang olahraga, karena ada cabang olahraga yang SK sudah lama mati, sehingga tidak berhak untuk menerima bantuan, termasuk dari pos anggaran bantuan ikut kejuaraan hingga dari pos anggaran operasional perjalanan dinas juga," paparnya.

Menurutnya, pengembalian sisa anggaran ini sebagai bentuk komitmen untuk menggunakan anggaran sesuai ketentuan, dan mengembalikan sisa anggaran ke kas daerah jika memang tidak terserap.

Selain itu, KONI Ketapang juga saat ini sedang melakukan finishing pembuatan website resmi yang ke depan akan menjadi wadah dalam mempublikasikan berbagai program dan capaian atlet dari para cabang olahraga dan sebagai bentuk apresiasi untuk setiap cabang olahraga dan atlet yang berhasil meraih prestasi.

"Terimakasih kepada para cabor yang aktif dalam berkordinasi, berdiskusi untuk menjadikan KONI Ketapang menjadi lebih baik, terimakasih kepada seluruh rekan-rekan yang turut mengawal dan mengingatkan kami agar terus berpegang pada aturan dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," ucapnya. (afi)

Editor : Hanif
#kas daerah #sisa anggaran #prestasi #Cabang Olahraga #KONI Ketapang