PONTIANAK POST - Ratusan siswa dari tiga sekolah di Kecamatan Marau diduga keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Mereka mengalami muntah-muntah, mual, diare dan pusing.
Kepala Dinas Kesehatan Ketapang, Feria Kowira, mengatakan hingga Kamis (5/2) sore, sudah ada 206 siswa yang mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan.
"Jumlahnya terus bertambah. Hingga saat ini (Kamis sore; red), sudah ada 206 anak yang dirawat di Puskesmas," katanya, Kamis (5/2) sore.
Siswa yang diduga mengalami keracunan MBG ini berasal dari SMPN 1 Marau, SMAN 1 Marau dan SMKN 1 Marau. "Kalau tidak salah mereka mendapatkan MBG dari satu dapur," jelasnya.
Dia mengaku telah mengerahkan tim untuk menangani kasus ini. Di antaranya Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, Puskesmas Marau, Puskesmas Jelai Hulu, Puskesmas Suka Mulia, dan Puskesmas Marau.
Feria mengaku masih belum bisa menyimpulkan menu apa yang menjadi pemicu keracuan massal tersebut. "Hari ini kami mengirimkan sampel makanan untuk diuji di BPOM di Pontianak. Jadi belum bisa menyimpulkan," ungkapnya.
Feria menambahkan, dugaan keracunan tersebut terjadi setelah siswa menyantap menu MBG pada Rabu (4/2). Para siswa mulai mendatangi Puskesmas pada Kamis (5/2) pagi.
"Ketahuannya ketika mereka mendatangi Puskesmas pada Kamis pagi. Menu MBG yang hari Kamis belum sempat dimakan siswa," jelasnya.
Feria memastikan seluruh siswa mendapatkan perawatan yang memadai. Hingga Kamis sore, belum ada siswa yang dirujuk ke rumah sakit. Bahkan, pihaknya sudah memperbolehkan pulang kepada siswa yang kondisinya sudah membaik.
Sementara itu, Camat Marau, Vitalis Alpha Edyson, meninjau para siswa yang diduga mengalami keracunan MBG. Dia mengimbau agar siswa yang mengalami gejala seperti mual, muntah, buang air besar, serta sesak napas agar segera dibawa ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama.
"Jangan khawatir soal biaya, pemerintah kecamatan akan memfasilitasi. Yang terpenting keselamatan dan kesehatan siswa harus menjadi prioritas utama," ungkap Vitalis Alpha Edyson.
Pemerintah Kecamatan Marau terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan penanganan berjalan optimal serta mencegah meluasnya kejadian serupa di lingkungan sekolah. (afi)
Editor : Miftahul Khair