PONTIANAK POST - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Ketapang, Syaidianur, meminta agar pengelolaan aset daerah dikelola dengan baik. Tak hanya dikelola, namun aset daerah juga diharapkan mampu menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Hal ini disampaikan Syaidianur dalam rapat bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Selasa (21/4). Rapat ini membahas terkait PAD dan pengelolaan aset milik pemerintah daerah.
Syaidianur mengatakan, rapat ini dalam rangka membahas langkah konkret dalam mengoptimalkan sumber pendapatan daerah yang selama ini belum tergarap secara maksimal, salah satunya melalui pengelolaan aset daerah. Hal ini masih perlu diperjelas mekanisme dan tata kelolanya.
"Pemanfaatan aset daerah seperti tanah dan bangunan yang memiliki nilai ekonomi tinggi apabila dikelola secara tepat dan berkelanjutan, tentu mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan PAD tanpa harus membebani masyarakat," kata Syaidianur.
Baca Juga: Bupati Ketapang Mediasi Konflik Warga dan Perusahaan, Sepakati Damai Lewat Restorative Justice
"Ini soal kemauan dan keberanian untuk menertibkan serta mengelola aset kita dengan benar. Jika dikelola secara profesional, PAD kabupaten kita akan melonjak dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," lanjutnya.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Ketapang, Mia Gayatri, mengatakan apabila pemanfaatan aset tersebut dilakukan secara rutin dan terkelola dengan baik, maka akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan PAD.
"Kebijakan pajak daerah tetap harus mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi masyarakat, sehingga tidak menimbulkan beban berlebih, melainkan tetap berada pada tingkat yang wajar dan sesuai dengan aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat," jelasnya.
Dia mendorong Pemerintah Kabupaten Ketapang untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah guna meningkatkan PAD.
"Kami akan terus mengawal kebijakan pengelolaan aset daerah agar lebih transparan, akuntabel, dan bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Ketapang," ungkapnya. (afi)
Editor : Hanif