Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Bupati Ketapang Siapkan Tribun Stadion Penjawaan, Antusiasme Warga di Final Turnamen Jadi Pemicu

Ahmad Sofi • Selasa, 30 Juni 2026 | 09:19 WIB
JUARA : Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, menyerahkan piala kepada PSM 99 FC yang berhasil menjuarai turnamen sepakbola di Desa Penjawaan, Sandai, beberapa waktu lalu.(IST)
JUARA : Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, menyerahkan piala kepada PSM 99 FC yang berhasil menjuarai turnamen sepakbola di Desa Penjawaan, Sandai, beberapa waktu lalu.(IST)

PONTIANAK POST - Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, berbaur bersama warga saat menyaksikan final turnamen sepakbola di Desa Penjawaan, Kecamatan Sandai, Rabu (24/6) lalu. Turnamen tersebut dalam rangka Hari Jadi ke-20 Dusun Harapan Baru.

Di tengah kerumunan warga yang meluap dari sisi lapangan hingga ke pinggir jalan desa, kehadiran bupati menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Ketapang terhadap pembinaan olahraga dan pengembangan potensi generasi muda di Ketapang.

Pada partai final tersebut mempertemukan dua kesebelasan tangguh, yakni PSM 99 FC dari Desa Merumbuk, Kecamatan Sungai Laur, melawan Istana FC yang menjadi kebanggaan Kecamatan Sandai. Begitu peluit pertama dibunyikan, pertarungan langsung berlangsung atraktif. Umpan-umpan terukur, pelanggaran taktis, hingga sepakan keras bergantian mewarnai jalannya pertandingan, membuat warga yang berdesakan di sisi lapangan terus bersorak tanpa henti.

Baca Juga: Bupati Ketapang Alexander Wilyo Dorong Kerajaan Hulu Aik Menjadi Destinasi Wisata Budaya Unggulan

Setelah melalui 90 menit pertarungan yang menguras tenaga dan strategi, PSM 99 akhirnya keluar sebagai juara setelah bermain disiplin dan pantang menyerah. Mereka berhak membawa pulang hadiah utama sebesar Rp20 juta dan piala bergengsi. Sementara Istana FC harus puas di posisi runner-up dengan hadiah Rp15 juta.
PSJR FC dari Siantau Raya mengamankan tempat ketiga dengan hadiah Rp10 juta. Sedangkan Juragan Pasir FC dari Desa Merumbuk menempati posisi keempat dengan hadiah Rp5 juta.

“Saya mengapresiasi yang setulus-tulusnya kepada seluruh panitia, Pemerintah Desa Penjawaan, para pemain, wasit, sponsor, dan terutama masyarakat yang telah menjaga turnamen ini tetap aman, tertib, serta menjunjung tinggi sportivitas,” ungkap Alex.

Dia juga mengungkapkan, turnamen ini lebih dari sekadar mencari juara. Ini adalah ruang bersama untuk mempererat silaturahmi, membentuk karakter generasi muda yang tangguh dan berjiwa sportif, serta mengokohkan persatuan di tengah keberagaman.

Baca Juga: Bupati Ketapang Alexander Wilyo Tinjau Jembatan Mambok dan Kembahang, Pastikan Keamanan Infrastruktur Vital

Alex juga menegaskan bahwa pembinaan olahraga adalah investasi jangka panjang dalam membangun SDM unggul. 

“Dari kompetisi yang sehat dan berkesinambungan, kita optimis akan lahir atlet-atlet lokal berbakat yang kelak siap mengharumkan nama Ketapang di ajang yang lebih tinggi,” paparnya.

Melihat besarnya antusiasme masyarakat dan potensi olahraga yang terus berkembang, Pemerintah Kabupaten Ketapang tidak tinggal diam. Pemerintah daerah merencanakan pembangunan Tribun Lapangan Sepak Bola yang representatif di Desa Penjawaan.

Fasilitas ini diharapkan tidak hanya memberikan kenyamanan bagi penonton dan pemain, tetapi juga meningkatkan standar Lapangan Penjawaan agar ke depannya mampu menyelenggarakan turnamen dengan skala lebih besar dan lebih profesional.

“Kita berharap turnamen ini tak hanya menjadi agenda tahunan yang dinanti, tetapi juga menjadi pemantik semangat persaudaraan antardesa dan antarkecamatan. Mari bersama kita wujudkan pembangunan berkeadilan untuk Ketapang yang maju dan mandiri. Ketapang adalah rumah kita bersama,” pungkas Alex. (afi)

Editor : Miftakhair
#Bupati ketapang #stadion penjawaan #desa pejawaan #Alexander Wilyo #turnamen sepak bola