PONTIANAK POST - Bupati Ketapang, Alexander Wilyo didampingi Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan Ketapang, Pitriyadi, menerima kunjungan Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Ketapang, Selasa (14/7). Kunjungan tersebut dalam rangka membahas berbagai persoalan yang dihadapi nelayan. Salah satunya terkait penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis solar.
Ketua DPC HNSI Ketapang, Suherman, menyampaikan keluhan terkait masih sulitnya nelayan memperoleh BBM subsidi. Selain pasokan yang dinilai belum mudah diakses, harga solar yang diterima nelayan di lapangan juga kerap melebihi harga yang telah ditetapkan pemerintah.
"Kuota BBM subsidi untuk nelayan di Ketapang pada dasarnya dinilai mencukupi. Namun, diduga masih terdapat praktik penyalahgunaan dalam proses penyalurannya, sehingga banyak nelayan yang benar-benar berhak justru tidak memperoleh BBM subsidi," kata Suherman.
Baca Juga: Bupati Ketapang Ajak Masyarakat Rutin Donor Darah untuk Perkuat Aksi Kemanusiaan dan Kesehatan
Dia juga menyoroti adanya kapal-kapal yang diduga belum memenuhi kelengkapan dokumen, namun tetap memperoleh akses terhadap BBM subsidi. Sebagai solusi, HNSI mengusulkan agar Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan melakukan evaluasi kembali terhadap rekomendasi yang telah diterbitkan kepada kapal-kapal nelayan.
Proses tersebut diharapkan melibatkan HNSI Ketapang, karena dinilai memiliki data dan pemahaman mengenai kapal-kapal yang benar-benar aktif beroperasi.
"Kami mengusulkan agar setiap rekomendasi penyaluran BBM subsidi terlebih dahulu mendapatkan validasi atau pengesahan dari HNSI sebagai bentuk pengawasan agar distribusi BBM subsidi tepat sasaran," ungkapnya.
Selain persoalan BBM, HNSI juga menyampaikan harapan agar pemerintah dapat memberikan dukungan terhadap penyediaan es balok bagi nelayan. Saat ini harga es balok di Ketapang mencapai sekitar Rp40.000 per balok, jauh di atas kisaran harga nasional yang berada pada rentang Rp22.000 hingga Rp30.000.
Baca Juga: Pemkab Ketapang Sidak SPBU, Pastikan Distribusi Pertalite Tepat Sasaran dan Cegah Penyelewengan BBM
"Kami berharap adanya pembangunan pabrik es balok dengan dukungan pemerintah, sehingga kebutuhan nelayan dapat terpenuhi dengan harga yang lebih terjangkau," harap Suherman.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Bupati Ketapang menyampaikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada HNSI Ketapang atas saran, masukan, serta aspirasi yang telah disampaikan.
Menurut Alex, seluruh masukan tersebut menjadi bahan penting bagi Pemerintah Kabupaten Ketapang dalam melakukan evaluasi dan penyempurnaan kebijakan, sehingga penyaluran BBM subsidi maupun program pendukung sektor perikanan dapat berjalan lebih tepat sasaran, transparan, dan benar-benar memberikan manfaat bagi nelayan di Ketapang. (afi)
Editor : Miftakhair