PONTIANAK POST - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Ketapang mencapai 273 kasus. Jumlah kasus paling banyak ditemukan di Kecamatan Delta Pawan dengan 94 kasus. Dinas Kesehatan Ketapang mencatat, sejak Januari hingga 20 Juli 2026, jumlah kasus DBD terus meningkat hingga Juli 2026. Jumlah tersebut berdasarkan jumlah pasien yang dibawa ke rumah sakit maupun pusat pelayanan kesehatan lainnya.
Berdasarkan data per kecamatan, Delta Pawan menempati posisi paling atas dengan jumlah kasus DBD terbanyak, yakni 94 kasus. Disusul Benua Kayong 38 kasus, Tumbang Titi 25 kasus, Kendawangan 14 kasus, Nanga Tayap 13 kasus, MHU 11 kasus, MHS dan Muara Pawan masing-masing 10 kasus.
Kemudian Sungai Melayu dan Singkup masing-masing 9 kasus, Air Upas dan Pemahan masing-masing 8 kasus, Jelai Hulu 6 kasus, Marau 6 kasus, Manis Mata 5 kasus, Sandai 4 kasus, Simpang Hulu 2 kasus, dan Simpang Dua 1 kasus. Sementara Sungai Laur dan Hulu Sungai belum ditemukan kasus DBD.
Baca Juga: Kasus DBD Meningkat, Desa Merakai Panjang Lakukan Fogging dan Gerakan Pemberantasan Nyamuk
Pasien DBD tersebut dirawat di sejumlah rumah sakit dan pusat pelayanan kesehatan lainnya di Ketapang. Namun, kebanyakan dirawat di dua rumah sakit besar di Ketapang, yakni RSUD dr. Agoesdjam sebanyak 118 pasien, dan RS Fatima 93 pasien. Sementara sisanya ditangani di Puskesmas dan di beberapa pusat kesehatan lainnya.
Kepala Dinas Kesehatan Ketapang, Feria Kowira, mengatakan, DBD masih menjadi ancaman yang perlu diwaspadai bersama. Kasus ini banyak muncul di ujung musim hujan menuju musim kemarau yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti.
Dia mengajak masyarakat untuk meindungi diri dan keluarga dengan menerapkan 3M plus.
"Kuras tempat penampungan air secara rutin. Menutup rapat tempat penyimpanan air. Mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk," pesan Feria, Kamis (23/7).
Baca Juga: 15 Anak Terjangkit DBD, Forkopimcam dan Warga Gotong Royong Cegah Kasus Bertambah
Selain itu, dapat juga menggunakan langkah pencegahan lainnya, seperti memakai obat anti nyamuk, memasang kawat kasa, dan menjaga kebersihan lingkungan.
"Apabila mengalami demam tinggi yang disertai gejala seperti nyeri otot, muncul bintik merah, atau perdarahan, segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. Cegah DBD dimulai dari lingkungan yang bersih dan bebas jentik," pungkasnya. (afi)
Editor : Miftakhair