PONTIANAK POST - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan Indonesia memasuki fase El Nino kuat yang berpotensi meningkatkan risiko kekeringan serta potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Ancaman Karhutla diprediksi akan meningkat sepanjang bulan Agustus hingga Oktober 2026. Untuk mengantisipasinya, pemerintah menerapkan berbagai langkah pencegahan, mulai dari patroli terpadu, pemantauan titik panas (hotspot), operasi modifikasi cuaca di wilayah tertentu, hingga penguatan koordinasi lintas sektor, seperti melakukan apel pengendalian Karhutla.
Salah satunya seperti yang dilakukan PT. Falcon Agri Persada (FAPE) yang berlokasi di Jelai Hulu, Ketapang. Berkolaborasi dengan Forkopimcam Jelai Hulu, TNI, Polri, BPBD dan masyarakat, PT. FAPE menggelar apel kesiapsiagaan tanggap darurat pengendalian Karhutla pada 31 Juli 2026.
"PT. FAPE siap bersinergi dengan pemerintah Jelai Hulu, serta TNI- Polri Jelau Hulu, dalam menjaga lingkungan, aset perusahaan, dan keselamatan masyarakat di sekitar dari ancaman Karhutla. PT. FAPE juga siap melakukan pencegahan terjadinya Karhutla dengan rutin melakukan kampanye kepada semua karyawan dan masyarakat sekitar, agar tidak melakukan pembakaran sembarang," ungkap Group Manager PT. FAPE, Desto Hia.
Baca Juga: Pengamat: Banjir Bandang Landa Sejumlah Wilayah, BRIN Kemana Elnino Godzilla?
Manajemen PT. FAPE juga memberikan pesan kepada tim Damkar dan seluruh staf agar selalu menjaga kekompakan dan disiplin dalam keadaan darurat dengan mengedepankan satu komando. Selain itu, tim Damkar diminta untuk menguasai penggunaan peralatan, mobil tanki, pompa, gepyok, selang dalam kondisi siap pakai, serta selalu utamakan keselamatan.
Sementara itu, Kapolsek Jelai Hulu, IPDA Zaenal Mutakhir, mengimbau agar seluruh masyarakar Jelai Hulu untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian terhadap bahaya Karhutla,”Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta tidak melakukan aktivitas pembakaran yang dapat menyebabkan kebakaran meluas dan membahayakan lingkungan maupun masyarakat sekitar."
Hal senada juga diungkapkan Camat Jelai Hulu, Seth Arel. Dia meminta semua pihak untuk memberi perhatian lebih terhadap ancaman Karhutla.
"Karhutla sangat perlu mendapatkan perhatian dan penanganan sedini mungkin, karena dampak yang ditimbulkan tidak hanta mengganggu kesehatan masyarakat yang hidup di sekitar lokasi, namun juga berdampak secara ekologis dan kerusakan lingkungan," ujar Arel.
Baca Juga: Karhutla Ketapang: Api Terus Menjalar, Petugas Hadapi Gambut Kering dan Asap Pekat
Sementara itu, Danramil Jelai Hulu, Serma Hendra G, mengatakan selama ini pihaknya rutin memberikan edukasi di desa-desa binaan terkait bahaya Karhutla. Tujuannya untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat agar tidak membakar hutan pada musim kemarau. Pihaknya juga meminta para petani untuk tidak membuka lahan dengan melakukan pembakaran.
Selain PT. FAPE, apel siaga Karhutla juga dilakukan PT. Kayung Agro Lestari (KALE) di Kecamatan Matan Hilir Utara. Apel digelar pada 31 Juli 2026 di lapangan bola PT KALE. Apel ini dihadiri jajaran manajemen PT. KALE, serta tim Damkar PT. KALE. Dalam apel siaga Karhutla ini dilakukan simulasi pemadaman oleh tim Damkar dengan mengerahkan peralatan sperti Fire truck, mobil patroli, pompa sibaura dan mexry, dan perlengkapan lain-lain. (ser)
Editor : Miftakhair