PONTIANAK POST - Limbah hasil aktivitas perikanan di kawasan pesisir Desa Sukabaru, Kecamatan Benua Kayong, Kabupaten Ketapang, mulai didorong untuk dimanfaatkan menjadi produk yang bernilai guna dan ekonomi. Upaya tersebut dilakukan Program Studi Teknologi Produksi Tanaman Perkebunan, Politeknik Negeri Ketapang, melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), Rabu (12/8/2026).
Kegiatan bertajuk "Optimalisasi Produktivitas Lahan Perkebunan Pesisir Melalui Penerapan Teknik Budidaya Ramah Lingkungan dan Pemanfaatan Pupuk Organik Kreatif" itu melibatkan masyarakat Desa Sukabaru sebagai peserta
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam memberikan kontribusi nyata melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat sekaligus mendorong pemanfaatan potensi lokal.
Baca Juga: BUMDes Tanjung Matan Didorong Naik Kelas, Politap Latih Literasi Keuangan dan Analisis Usaha
Desa Sukabaru merupakan salah satu wilayah pesisir Kabupaten Ketapang yang memiliki potensi maritim cukup besar. Sebagian wilayah desa berbatasan langsung dengan pantai sehingga aktivitas perikanan menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat. Keberadaan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) juga turut mendukung aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Namun, aktivitas perikanan yang cukup tinggi turut menghasilkan persoalan lingkungan. Limbah organik berupa kulit dan cangkang udang, cangkang rajungan, serta tulang ikan dihasilkan dalam jumlah cukup besar setiap hari. Selama ini, sebagian limbah tersebut masih ditumpuk atau dibuang sehingga berpotensi menimbulkan bau tidak sedap dan mencemari lingkungan pesisir.
Ketua PKM, Benny Setiawan, S.TP, M.P., mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu solusi terhadap persoalan limbah sekaligus membuka peluang pemanfaatan sumber daya lokal.
Baca Juga: PKM Jurusan Akuntansi Polnep Dorong Literasi Keuangan dan Digital Mahasiswa di Selangor Malaysia
"Melalui kegiatan ini, kami memperkenalkan teknologi tepat guna agar limbah organik laut dapat diolah menjadi produk yang lebih bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi,"ujarnya
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan pelatihan mengolah limbah cangkang udang dan rajungan sebagai bahan untuk pestisida nabati dan pembenah tanah. Peserta juga mendapatkan seperangkat peralatan pembuatan pupuk organik.
Selain penyampaian materi, peserta diperkenalkan dengan penggunaan Disk Mill, yakni mesin penggiling yang digunakan untuk menghaluskan limbah organik laut sehingga lebih mudah diproses menjadi bahan pupuk.
Tim PKM juga memberikan pengetahuan dan pendampingan mengenai prosedur pembuatan pupuk organik cair. Dengan pemanfaatan teknologi sederhana tersebut, limbah yang sebelumnya tidak termanfaatkan diharapkan dapat diolah menjadi produkyang mendukung kegiatan pertanian dan perkebunanmasyarakat
Antusiasme masvarakat terlihat selama keaiatan berlanasuna. Peserta aktif mengikuti penyampaian materi maupun praktik pengolahan limbah dan menunjukkan ketertarikan untuk mengembangkan keterampilan tersebut secara mandiri.
Tim PKM berharap kegiatan tidak berhenti pada tahap pelatihan, tetapi dapat berkembang menjadi aktivitas produktif yang berkelanjutan. Pemanfaatan limbah perikanan menjadi pupuk organik dinilai memiliki dua manfaat sekaligus, yakni, mengurangi potensi pencemaran lingkungan pesisir dan menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Dengan demikian, limbah hasil aktivitas perikanan yang selama ini menjadi persoalan lingkungan dapat diubah menjadi sumber daya bernilai tambah, Pemanfaatannya juga diharapkan mendukung penerapan budidaya tanaman yang lebih ramah lingkungan, meningkatkan produktivitas lahan perkebunan, serta berpotensi menambah pendapatan masyarakat.
Editor : Rafael B. Junior