PONTIANAK POST – Tradisi menyumpit mendapat ruang di tengah perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Ketapang. Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris, S.H., S.I.K., M.I.K., CPHR turut menjajal menyumpit saat menghadiri penutupan Kejuaraan Menyumpit Patih Jaga Patih Cup 2026 di Halaman Rumah Bupati Ketapang, Senin (17/8/2026).
Kejuaraan tersebut bukan sekadar perlombaan untuk memeriahkan hari kemerdekaan. Tradisi menyumpit juga menjadi bagian dari upaya mempertahankan budaya dan kearifan lokal agar tetap hidup serta dikenal generasi muda.
Penutupan kejuaraan dihadiri Bupati Ketapang Alexander Wilyo, S.Stp., M.Si., Wakil Bupati Ketapang Jamhuri Ami, S.H., Ketua DPRD Ketapang H. Achmad Sholeh, S.T., M.Sos., Dandim 1203/Ketapang Letkol Inf Zulkarnaen Galib, S.H., Danlanal Ketapang Letkol Laut (P) Avif Hidayaturahman, S.T., M.Tr., Opsla., Sekda Ketapang Repalianto, S.Sos., M.Si., jajaran Forkopimda, kepala OPD, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, peserta kejuaraan, Paskibraka 2026, serta tamu undangan lainnya.
Bupati Ketapang Alexander Wilyo mengatakan Kejuaraan Menyumpit Patih Jaga Patih Cup merupakan agenda yang dilaksanakan setiap tahun dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI.
Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, kegiatan tersebut menjadi sarana melestarikan tradisi dan kearifan lokal yang tumbuh di Kabupaten Ketapang.
Menurutnya, pelestarian budaya perlu terus dilakukan agar generasi muda tidak kehilangan akar tradisinya. Semangat menjaga budaya juga sejalan dengan semangat persatuan dalam mengisi kemerdekaan.
Bupati mengajak masyarakat terus menjaga persatuan, menghormati jasa para pahlawan, serta mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Tak Sekadar Perlombaan
Kapolres Ketapang Muhammad Harris mengapresiasi penyelenggaraan kejuaraan menyumpit tersebut. Ia menilai kegiatan budaya semacam itu memiliki nilai lebih karena mempertemukan masyarakat sekaligus memperkenalkan tradisi daerah kepada generasi penerus.
“Semoga kegiatan seperti ini terus dilaksanakan dan semakin berkembang. Selain memeriahkan HUT Kemerdekaan, kegiatan ini menjadi wadah mempererat silaturahmi, menumbuhkan sportivitas serta menjaga warisan budaya daerah agar tetap dikenal dan dicintai generasi penerus,” ujar Harris.
Menurutnya, kejuaraan menyumpit tidak hanya menghadirkan persaingan antarpeserta. Di dalamnya terdapat nilai kebersamaan, ketelitian, sportivitas, dan penghargaan terhadap warisan budaya.
Kehadiran Kapolres yang turut mencoba menyumpit juga menjadi simbol dukungan terhadap pelestarian tradisi lokal. Kegiatan budaya, kata dia, perlu terus diberi ruang agar tetap relevan dan menarik bagi generasi muda.
Harris juga mengajak peserta dan masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung. Sportivitas dan kebersamaan, menurutnya, menjadi bagian penting dalam mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif.
Kejuaraan Menyumpit Patih Jaga Patih Cup 2026 kemudian ditutup secara resmi oleh Bupati Ketapang Alexander Wilyo.
Kegiatan berlangsung aman dan tertib dalam suasana penuh kebersamaan. Tradisi menyumpit pun kembali menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan sekaligus pengingat bahwa merawat budaya daerah merupakan salah satu cara menjaga identitas masyarakat di tengah perubahan zaman. (*)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro