PONTIANAK POST – Api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) nyaris menjilat Kantor Unit Pelaksana Pendidikan Kecamatan (UPPK) Muara Pawan di Jalan Ketapang–Siduk, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.
Bangunan yang sudah lama tidak difungsikan itu berada tepat di seberang Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Muara Pawan. Api yang diduga berasal dari lahan di belakang kantor dengan cepat merambat melalui semak dan rumput kering hingga mendekati bangunan.
Api Merambat di Tengah Semak Kering
Suhairi (50), petugas TPA Muara Pawan, mengatakan api awalnya terlihat cukup jauh dari kantor. Namun, kobaran dengan cepat bergerak mendekati kawasan bangunan.
Rimbunan semak, pepohonan, serta rumput yang tinggi dan mengering menjadi bahan bakar yang membuat api mudah menjalar.
“Api diperkirakan berasal jauh dari belakang kantor. Tiba-tiba api menjalar dengan cepat. Di sekitar kantor banyak rimbunan semak-semak dan hutan,” kata Suhairi kepada Pontianak Post, Selasa (25/8/2026).
Kantor Kosong Bukan Berarti Bebas Risiko
Kantor UPPK Muara Pawan diketahui sudah lama tidak digunakan. Kondisi tersebut membuat vegetasi di sekitar bangunan tumbuh tinggi dan tidak terawat.
Ketika kebakaran terjadi, semak dan rerumputan kering di sekitar halaman justru menjadi jalur yang memungkinkan api mendekati bangunan.
“Untung saja pihak pemadam kebakaran dan dinas terkait bergerak cepat sehingga kantor yang sudah lama kosong ini selamat dan tidak termakan api,” ujar Suhairi.
Petugas Bergerak Sebelum Api Mencapai Bangunan
Petugas pemadam kebakaran bersama dinas terkait segera melakukan penanganan setelah mengetahui kebakaran. Api akhirnya berhasil dikendalikan sebelum mencapai Kantor UPPK Muara Pawan.
Kecepatan penanganan menjadi penting karena lokasi kebakaran berada di sekitar fasilitas yang memiliki bangunan permanen dan berdekatan dengan akses jalan.
Peristiwa tersebut sekaligus menunjukkan bahwa karhutla dapat mengancam bukan hanya kawasan hutan dan lahan, tetapi juga fasilitas publik yang berada di sekitarnya.
Semak di Sekitar Bangunan Perlu Dibersihkan
Suhairi berharap kondisi lingkungan sekitar kantor yang sudah lama tidak digunakan mendapat perhatian. Pembersihan semak dan rerumputan dinilai dapat mengurangi risiko api menjalar langsung ke bangunan.
Menurutnya, bangunan yang tidak digunakan tetap membutuhkan perhatian terhadap kondisi lingkungan sekitarnya, terutama saat musim kemarau.
“Meskipun kantor sudah lama kosong, cobalah sering-sering dibersihkan sekitar halamannya,” pungkas Suhairi.
Karhutla Mengancam Fasilitas yang Dekat dengan Lahan Kering
Kebakaran di sekitar Kantor UPPK Muara Pawan menjadi pengingat bahwa fasilitas publik juga dapat berada dalam ancaman ketika bangunan dikelilingi vegetasi kering.
Ancaman tersebut semakin besar ketika musim kemarau membuat rumput dan semak kehilangan kelembapan. Api yang awalnya berada jauh dari bangunan dapat bergerak cepat mengikuti vegetasi yang mudah terbakar.
Penyebab Api Masih Diselidiki
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti munculnya api belum diketahui. Penanganan awal difokuskan pada pengendalian kebakaran agar tidak meluas.
Peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya menjaga lahan di sekitar fasilitas publik tetap bersih dari vegetasi kering. Pencegahan menjadi langkah penting agar kebakaran lahan tidak berubah menjadi ancaman terhadap bangunan dan aktivitas masyarakat.