PONTIANAK POST - Pemerintah Kabupaten Ketapang memperluas keterlibatan perusahaan dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Perusahaan perkebunan, kehutanan dan pertambangan diminta tidak hanya menjaga wilayah operasional masing-masing, tetapi juga membantu penanganan karhutla di wilayah lain di Ketapang sesuai kebutuhan di lapangan.
Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, mengatakan seluruh perusahaan diminta mengerahkan sumber daya yang dimiliki untuk mendukung operasi penanganan karhutla.
"Saya meminta seluruh perusahaan perkebunan, kehutanan dan pertambangan tidak hanya menjaga wilayah operasionalnya. Perusahaan juga harus siap membantu penanganan Karhutla di wilayah lain di Kabupaten Ketapang," kata Alex.
Baca Juga: Karhutla Mengancam Sambas, 30 Personel Brimob Mabes Polri Turun Bantu Penanganan
Menurut Alex, keterlibatan perusahaan menjadi salah satu kekuatan pendukung pemerintah daerah dalam mempercepat respons terhadap Karhutla. Dengan dukungan armada, personel terlatih, peralatan dan sarana lainnya, penanganan kebakaran diharapkan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.
Selain mengoptimalkan sumber daya perusahaan, Alex juga meminta aparat penegak hukum memperketat pengawasan terhadap potensi pembakaran hutan dan lahan.
TNI dan Polri diminta meningkatkan patroli di wilayah yang rawan terjadi Karhutla. Setiap temuan kebakaran maupun indikasi pembakaran harus segera ditindaklanjuti.
"Penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran harus dilakukan secara tegas sesuai ketentuan yang berlaku," tegasnya.
Baca Juga: 38 Ribu Hektare Terdampak Karhutla, Kalbar Jadi Prioritas Penanganan dengan Ribuan Personel Siaga
Dia juga menegaskan, penanganan Karhutla tidak boleh hanya berfokus pada pemadaman. Upaya pencegahan dan penindakan terhadap pelaku harus dilakukan secara bersamaan. Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembakaran lahan. Warga yang menemukan titik api diminta segera melaporkannya kepada petugas dan tidak menghambat proses pemadaman. (afi)
Editor : Miftakhair