60 Personel Brimob BKO dari Pusat Dikerahkan Perkuat Penanganan Karhutla Ketapang

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:28 WIB
Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris menyalami personel Brimob BKO saat upacara penyambutan 60 personel di halaman Polres Ketapang, Selasa (26/8/2026). Pasukan tersebut dikerahkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kabupaten Ketapang.
Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris menyalami personel Brimob BKO saat upacara penyambutan 60 personel di halaman Polres Ketapang, Selasa (26/8/2026). Pasukan tersebut dikerahkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kabupaten Ketapang.

 

PONTIANAK POST – Sebanyak 60 personel Brimob BKO diterjunkan untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Pasukan tersebut ditempatkan di empat wilayah yang dinilai membutuhkan penguatan personel untuk mempercepat pemadaman darat.

Kedatangan pasukan Bawah Kendali Operasi (BKO) Satuan Korps Brimob Polri itu disambut upacara di halaman Polres Ketapang, Selasa (26/8/2026). Upacara dipimpin Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris, S.H., S.I.K., M.I.K., CPHR.

Pasukan dipimpin Danyon Kompol I Nyoman Supartha W.D., S.H. Mereka langsung disiapkan untuk memperkuat Satgas Operasi Aman Nusa II Polda Kalbar.

Dibagi ke Empat Wilayah

Kapolres Ketapang mengatakan, 60 personel tersebut akan ditempatkan berdasarkan wilayah hukum polsek yang membutuhkan dukungan.

Rinciannya, 10 personel ditempatkan di wilayah Polsek Matan Hilir Utara, 15 personel di Muara Pawan, 20 personel di Matan Hilir Selatan, dan 15 personel di Kendawangan.

“Sebanyak 60 personel BKO Korbrimob akan diploting di berbagai wilayah hukum Polres Ketapang,” ujar Muhammad Harris dalam konferensi pers di halaman Mapolres Ketapang.

Penempatan tersebut diharapkan membuat respons terhadap laporan kebakaran lebih cepat, terutama ketika api muncul di lokasi yang membutuhkan tambahan kekuatan personel.

Perkuat Tim yang Sudah Berjibaku

Pasukan Brimob BKO tidak bekerja sendiri. Mereka bergabung dengan personel gabungan yang selama ini menangani karhutla di Ketapang.

Tim tersebut terdiri atas personel Polres Ketapang, Kodim 1203 Ketapang, BPBD Ketapang, Manggala Agni, serta Tim Relawan Kesiapsiagaan Bencana (TRKB).

Kehadiran tambahan personel diharapkan dapat memperkuat operasi di lapangan, khususnya pemadaman darat ketika kebakaran terjadi di wilayah rawan.

“Keberadaan tambahan 60 personel BKO Brimob di wilayah Ketapang diharapkan dapat menekan karhutla sekaligus mempercepat proses pemadaman darat,” kata Muhammad Harris.

Warga Diminta Tidak Membakar Lahan

Di tengah penguatan pasukan, Polres Ketapang kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

Kapolres juga meminta warga segera melaporkan apabila menemukan titik api. Laporan dini dinilai penting agar petugas dapat bergerak sebelum api meluas.

“Polres Ketapang mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila muncul titik api kepada petugas kepolisian terdekat,” ujarnya.

Penguatan personel BKO menjadi bagian dari upaya mempercepat respons di lapangan. Namun, pencegahan tetap menjadi langkah utama agar kebakaran tidak berkembang menjadi bencana yang lebih luas dan berdampak pada kesehatan serta aktivitas masyarakat.

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
Karhutla ketapang Operasi Aman Nusa II pasukan Brimob pemadaman karhutla pencegahan karhutla