Kekeringan dan Kabut Asap Karhutla Melanda Ketapang, Bupati Ajak Warga Berdoa agar Hujan Segera Turu

Ahmad Sofi • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 14:09 WIB
Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Ponpes Hidayaturrahman Ketapang, Minggu (6/9). (ISTIMEWA)
Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Ponpes Hidayaturrahman Ketapang, Minggu (6/9). (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST - Bupati Ketapang Alexander Wilyo menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Hidayaturrahman Ketapang, Minggu (6/9). Ia mengajak masyarakat menjadikan keteladanan Rasulullah sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.

Alexander juga mengajak warga mendoakan agar kekeringan dan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) segera berakhir. Menurutnya, pemerintah telah berupaya menangani kondisi tersebut, namun pertolongan Tuhan tetap diharapkan, termasuk melalui turunnya hujan.

“Semoga situasi sulit ini segera berlalu. Kita sudah berupaya semaksimal mungkin, namun pada akhirnya kita memohon pertolongan dan kekuasaan Allah SWT, termasuk dengan turunnya hujan,” kata Alexander.

Baca Juga: Hujan Berpeluang Turun Hari Ini, Harapan Redakan Kabut Asap Pontianak-Kubu Raya

Ia mengatakan Pemkab Ketapang terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni dan unsur terkait untuk memperkuat penanganan Karhutla. Bantuan tambahan berupa helikopter dan operasi water bombing juga terus diupayakan.

Alexander menegaskan penanganan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Ia mengajak masyarakat menjaga lingkungan dan Ketapang sebagai rumah bersama.

Peringatan Maulid tersebut menghadirkan KH Muhammad Hilmy Asidiqy Al-Aroki, pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam Jakarta sekaligus murid almarhum KH Hasyim Muzadi.

Dalam tausiyahnya, Hilmy mengajak umat meneladani akhlak Rasulullah serta memperkuat kerukunan di tengah keberagaman.

Baca Juga: Hujan Berpeluang Turun Hari Ini, Harapan Redakan Kabut Asap Pontianak-Kubu Raya

Ia menyampaikan tiga pesan utama, yakni membangun toleransi berlandaskan nilai spiritual, memperkuat ukhuwah islamiyah, wathaniyah dan basyariyah, serta menolak radikalisme dengan mengedepankan dialog.

Pesan tersebut dinilai penting untuk menjaga persatuan, keharmonisan masyarakat dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.  (afi)

Editor : Hanif
Karhutla ketapang kekeringan Alexander Wilyo ketapang kabut asap