Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pengusaha Tewas di Kamar Hotel, Polisi Temukan Barang Diduga Sabu dan Ekstasi

Miftahul Khair • Selasa, 27 Agustus 2024 | 12:10 WIB
Kapolsek Pontianak Selatan, AKP Jatmiko.
Kapolsek Pontianak Selatan, AKP Jatmiko.

 

PONTIANAK  - Pengusaha cuci mobil, AR ditemukan meninggal dalam kondisi tertelungkup di kamar Hotel Wisma Nusantara, Jalan Soeprapto, Kecamatan Pontianak Selatan, pada Senin (26/8) pagi. Korban meninggal saat akan melakukan hubungan badan dengan teman perempuannya. Belum sempat perbuatan itu dilakukan, korban tiba-tiba menjerit kesakitan hingga akhirnya meninggal di atas kasur.

Kapolsek Pontianak Selatan, AKP Jatmiko mengatakan, sekitar pukul 09.30 pihaknya mendapat informasi dari pengelola hotel yang mendengar teriakan minta tolong dari salah satu kamar di lantai satu. Dari informasi itu, pihaknya langsung bergerak menuju hotel yang dimaksud.

Saat melakukan pemeriksaan, pengunjung hotel di kamar itu sudah ditemukan meninggal dengan kondisi tertelungkup di atas kasur.

"Dari keterangan teman perempuannya, saat itu mereka akan melakukan hubungan suami istri. Namun, korban tiba-tiba menjerit kesakitan lalu meninggal," kata Jatmiko.

Polisi langsung mengevakuasi jenazah korban ke rumah sakit Anton Soejarwo untuk dilakukan pemeriksaan luar.

Sementara dari hasil olah TKP, Jatmiko menambahkan, pihaknya menemukan plastik berisikan serbuk putih yang diduga sabu-sabu. Ditemukan pula satu butir pil yang diduga ekstasi di dalam lemari kamar hotel. "Untuk barang diduga sabu dan ekstasi ini sudah kami serahkan ke Satnarkoba untuk dilakukan pemeriksaan," ucap Jatmiko.

Dari hasil pemeriksaan badan luar korban, sambungnya, dokter tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Namun, penyebab kematian korban belum dapat dipastikan karena harus dilakukan autopsi.

Jatmiko menyebutkan, pihak keluarga korban sudah mengetahui kejadian tersebut dan mereka menolak untuk dilakukan autopsi terhadap jenazah korban. Pihak keluarga menyatakan sudah menerima peristiwa tersebut dan menganggap kematian korban adalah takdir.

"Dari informasi keluarga, dua minggu yang lalu korban datang dari Jawa ke Pontianak untuk menjenguk ibunya yang sakit. Lalu, setelah itu pulang lagi ke Jawa karena memang di sana membuka usaha pencucian mobil. Keluarga mengaku tidak tahu kalau korban ternyata datang lagi ke Pontianak," pungkas Jatmiko.(adg)

Editor : Miftahul Khair
#meninggal di hotel #Pengusaha