PONTIANAK - Pelaku pembunuhan seorang wanita yang ditemukan tewas di kamar hotel di Jalan Merdeka, Kecamatan Pontianak Barat, pada Kamis sore 12 Desember 2024 akhirnya terungkap.
Pelaku yang telah melarikan diri, berhasil ditangkap polisi di Kalimantan Tengah.
Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Antonius Trias Kuncorojati, mengatakan, jika pihaknya telah berhasil menangkap diduga pelaku pembunuhan.
Trias menerangkan, pelaku ditangkap di Kalteng. Saat ini anggota tengah membawa pelaku kembali ke Kota Pontianak.
"Pelaku sudah ditangkap. Tunggu kembali ke Pontianak ya," kata Trias, Minggu (15/12).
Sebelumnya, Seorang wanita bernama Yunari (45), ditemukan tewas di dalam kamar hotel Borneo, Jalan Merdeka, Kecamatan Pontianak Kota, pada Kamis sore (12/12).
Korban ditemukan tewas dalam kondisi terlungkup di atas kasur. Wanita asal Jawa Timur itu, diduga dibunuh, lantaran polisi menemukan darah di atas kasur dan bekas jeratan di leher korban.
Kapolsek Pontianak Kota, AKP Dedi Gumilar, membenarkan, penemuan jenazah wanita di dalam kamar hotel tersebut.
Dedi menjelaskan, korban ditemukan setelah temannya meminta bantuan kepada petugas keamanan hotel untuk membuka kamar.
"Sebelum ditemukan meninggal, saksi sempat menghubungi korban melalui sambungan handphone. Namun tidak ada jawaban," kata Dedi, Jumat (13/13).
Setelah pintu kamar dibuka, lanjut Dedi, kedua orang saksi mendapati korban sudah tidak bernyawa dengan kondisi terlungkup.
Dedi menjelaskan, dari penemuan itu, pihaknya langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pemeriksaan. Hasil pemeriksaan awal kemarin, didapat bercak darah di seprai dan bantal serta telepon genggam korban hilang.
"Apa penyebab kematiannya, masih dilakukan penyelidikan," ucap Dedi.
Dedi mengatakan, jenazah korban saat ini sudah dievakuasi ke rumah sakit Anton Soejarwo untuk dilakukan visum dan autopsi guna memastikan penyebab kematiannya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Antonius Trias Kuncorojati, mengatakan, dari visum yang dilakukan, pada jenazah korban terdapat bekas jeratan leher.
Trias menduga, jeratan di leher tersebut diduga kuat menjadi penyebab kematian korban.
"Dugaannya korban dibunuh. Namun untuk memastikannya kami akan melakukan otopsi terhadap jasad korban,'' kata Trias.
Trias menerangkan, terhadap temuan jenazah tersebut pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-sakai dan memeriksa rekaman kamera pengintai yang ada di hotel dan di sekitar lokasi.
"Kita sudah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi, lalu memeriksa CCTV di sekitar lokasi. Dari pemeriksaan handphone korban hilang," tuturnya.
Trias menambahkan, untuk diketahui hasil olah TKP yang dilakukan, jenazah ditemukan dalam posisi tengkurap, ditemukan darah pada bagian bantal, ditemukan ada obat - obatan, seperti Amoxilin, pil KB, alat kontrasepsi.
"Waktu kematian korban diperkirakan delapan sampai dengan sembilan jam sebelum ditemukan,'' pungkas Trias. (adg)
Editor : A'an