Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Manajer Operasional Travel Umrah di Pontianak Kembali Dipolisikan

Miftahul Khair • Selasa, 18 Februari 2025 | 13:25 WIB
Korban dugaan penipuan oleh travel umroh IT resmi membuat laporan ke Polda Kalbar. Selasa (18/2).
Korban dugaan penipuan oleh travel umroh IT resmi membuat laporan ke Polda Kalbar. Selasa (18/2).

PONTIANAK POST - Manager operasional salah satu travel umrah berinisial J kembali dilaporkan ke polisi oleh jamaah umrah karena dugaan penipuan.

Korban adalah Sri Rahayu Puji Handayani yang secara resmi melaporkan J kepada Polda Kalbar, pada Selasa 18 Februari.

Dari surat laporan tersebut, korban diketahui telah membayar tunai uang pendaftaran umrah sebesar Rp29 juta, namun tidak kunjung diberangkatkan ke Mekah untuk menunaikan ibadah.

Adik korban, Gigih Tri Saksono, mengatakan, sebelumnya pada Rabu 12 Februari ia dan kakaknya telah mendatangi Polda Kalbar untuk membuat laporan. Namun pada saat bertemu dengan penyidik, penyidik menyarankan agar menjadi saksi pada laporan yang sama yang dilaporkan korban lainnya.

Namun, lanjut Gigih, beberapa waktu lalu ia dihubungi oleh penyidik agar kembali datang ke Polda Kalbar untuk membuat laporan resmi dugaan penipuan yang dialami.

"Hari ini (kemarin) saya mendampingi kakak saya datang ke Polda Kalbar untuk membuat laporan," kata Gigih, Selasa (18/2).

Gigih menyatakan, dalam laporan tersebut pihak yanh dilaporkan atau terlapor yakni manager operasional travel IT, yakni J.

"Dari penjelasan penyidik untuk pemilik travel nanti menunggu hasil pengembangan penyelidikan," ucap Gigih.

Ia berharap, laporan dugaan penipuan tersebut dapat segera ditindaklanjuti, mengingat sudah banyak jemaah umrah yang menjadi korban.

Gigih menyatakan, pihaknya juga berharap dari penyelidikan yang dilakukan penyidik, pemilik usaha travel umrah tersebut dapat segera diproses untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Sudah banyak jemaah yang menjadi korban. Jangan sampai ada korban-korban lainnya. Kasihan masyarakat," pungkas Gigih. (adg)

Editor : Miftahul Khair
#penipuan #Travel Umrah