PONTIANAK POST - Kasus pencurian meteran Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Khatulistiwa kembali meresahkan warga Kota Pontianak. Salah satunya dialami Cori, warga Jalan Padat Karya, Jalan Tebu, Kecamatan Pontianak Barat.
Cori mengaku kehilangan meteran PDAM untuk kedua kalinya. Pencurian kembali terjadi ketika rumahnya dalam kondisi kosong. “Ini sudah kedua kalinya meteran PDAM saya dicuri. Waktu kejadian rumah memang sedang kosong,” ujar Cori Selasa (6/10).
Ironisnya, meteran yang dicuri tersebut baru beberapa bulan lalu diganti setelah sebelumnya juga menjadi korban pencurian. Kini, ia harus kembali mengurus penggantian meteran ke PDAM.
Menurut Cori, biaya penggantian meteran juga cukup besar, yakni sekitar Rp500 ribu. Kondisi tersebut tentu menjadi beban tersendiri bagi masyarakat, terlebih di tengah situasi ekonomi yang menurutnya sedang tidak mudah.
Cori mengatakan, saat melakukan penggantian meteran sebelumnya, petugas PDAM juga sempat menyampaikan bahwa kasus pencurian meteran cukup sering terjadi.
Ia menduga meteran menjadi sasaran pencurian karena terdapat material tembaga di dalamnya. Tembaga tersebut kemudian diduga dijual kembali oleh pelaku.
Sementara itu, Kapolsek Pontianak Barat Basuki membenarkan pihaknya telah menerima sejumlah laporan terkait pencurian meteran PDAM di wilayah hukumnya.
“Memang sudah beberapa kali ada laporan pencurian meteran PDAM,” kata Basuki.
Menurutnya, pencurian tersebut umumnya terjadi ketika rumah dalam keadaan kosong. Kondisi rumah yang tidak berpenghuni dinilai menjadi kesempatan bagi pelaku untuk menjalankan aksinya.
Basuki mengatakan, dalam beberapa kasus, pelaku pencurian meteran PDAM juga pernah berhasil diamankan oleh Tim Jatanras.
Ia mengimbau masyarakat, khususnya pemilik rumah yang kerap meninggalkan kediamannya dalam keadaan kosong, untuk meningkatkan kewaspadaan.
Basuki juga minta warga segera melapor kepada kepolisian apabila menemukan aktivitas mencurigakan di sekitar rumah atau lingkungan tempat tinggal.
“Kalau melihat orang yang mencurigakan atau ada aktivitas yang tidak biasa, segera informasikan kepada pihak kepolisian. Jangan sampai setelah terjadi pencurian baru dilaporkan,” katanya.
Ia menambahkan, peran masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan tetap penting. Selain meningkatkan pengawasan terhadap rumah masing-masing, warga juga diharapkan membangun komunikasi dengan lingkungan sekitar agar potensi pencurian dapat dicegah sedini mungkin.(iza)
Editor : Hanif