Caranya? Menggunakan puluhan potong bambu. Bambu dipotong sepanjang tiga puluh centi. Nelayan Desa Sungai Asam, Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya pun menyimpannya di atas sampan kayuh.
Alat tersebut digunakan nelayan buat mencari ikan Ringau di tepian Sungai Kapuas. Menangkap tiger fish pun cukup sederhana. Bambu-bambu itu diapungkan di atas sungai selama semalam. Esok pagi-pagi nelayan itupun mengecek.
Jika nasib baik, Ringau pun masuk ke dalam bambu-bambu itu, tanpa cacat sedikit pun.
Ikan hias yang didominasi warna keemasan dan hitam, berbentuk seperti ikan sepat siam. Apalagi, kini harganya pun tengah naik daun.
‘’Kalau yang hidup ya lumayan harganya. Seekor ikan ringau berukuran tiga sampai lima centimeter bisa dihargai Rp35 ribu per ekor. Bahkan jika kualitasnya bagus, ikan Tigerfish dewasa bisa dihargai jutaan,’’kata sang nelayan, Sumadi dari atas sampannya. Dia bersiap meluncur ke lubuk si Ringau dan menebar bambu-bambu tersebut.
Pasar Ikan Ringau ini cukup diminati di negara luar. Cukup banyak penampung ikan Ringau, yang siap juga mengirimkannya kepada buyer di luar negeri. Entah Singapura, Malaysia bahkan Thailand.
‘’Mengirimnya pun tidak sulit. Asal oksigennya cukup, ikan ini bisa bertahan lama,’’ imbuh Benyamin, salah seorang agen ikan Ringau ini.
Ke depannya, saat harganya stabil, ikan Ringau ke depan bisa menjadi satu pendongkrak ekonomi masyarakat. Beberapa juga sudah ada yang berhasil membudidayakannya, disamping menampung dari para pemburu ikan loreng ini.
Mengenal Tiger Fish
Tigerfish cukup populer karena warnanya yang seperti harimau. Tigerfish dari Indonesia (Datnioides coius microlepis) memiliki penampilan elok. Ikan pita vertikal berwarna hitam gelap dan warna dasar bervariasi. Warna perak, perunggu hingga emas.
Tampilan ikan ini cukup tenang. Hingga bisa dilihat lebih lama dan detil.
Ringau dapat tumbuh hingga 18 inci di alam liar. Bisa hidup hingga 15 tahun.
Tigerfish yang berasal dari perairan tawar dan payau dari Asia Tenggara. Dari lima spesies dijelaskan tiga ditemukan hampir seluruhnya di air tawar. Sedangkan dua lainnya di air payau.
Harga mereka bisa mahal, terutama untuk spesimen yang lebih besar atau dari species yang tergolong langka dan banyak dicari orang.
Awalnya, di lingkungan aslinya ikan ini adalah ikan konsumsi. Ditangkap dengan pancing. Tetapi lantaran keindahannya, belakangan digemari dan jadi ikan hias. Perpindahan menjadi ikan hias, membuat harganya melambung.
Ada lima spesies dari Datnioides ini. Masing-masing; campbelli, microlepis, Pulcher, quadrafasciatus dan undecimradiatus. Sedangkan undecimradiatus sebagai spesies baru.
Referensi microlepis yang ditemukan di Kalimantan dan Sumatera. Juga ada di cekungan Mekong dan Chao Phraya, Thailand.
Datnioides Pulcher memiliki penampilan yang paling mencolok dan memiliki pita yang lebih lebar. Datang dari lembah sungai Mekong dan Chao Phraya di Thailand, ini barangkali harus dianggap sebagai tigerfish Siam asli. (*) Editor : Ari Aprianz