Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Percepat dan Perluas Digitalisasi Daerah

Administrator • Selasa, 30 Maret 2021 | 09:30 WIB
BENTUK TP2DD: Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan bersama Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Barat Agus Chusaini melaunching pembentukan TP2DD Kubu Raya.ASHRI ISNAINI/PONTIANAK POST
BENTUK TP2DD: Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan bersama Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Barat Agus Chusaini melaunching pembentukan TP2DD Kubu Raya.ASHRI ISNAINI/PONTIANAK POST
SUNGAI RAYA – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menegaskan komitmennya mempercepat dan memperluas digitalisasi daerah dengan melakukan Pembentukan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di Kubu Raya.

“Usai TP2DD Kubu Raya ini terbentuk langkah pertama yang akan kami lakukan yakni langsung menukik melakukan pemetaan sesuai dengan kebutuhan dalam mendorong optimalisasi kinerjak TP2DD ini,” kata Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, Senin (29/3), kepada wartawan usai melaunching pembentukan TP2DD Kubu Raya di Gardenia Resort an Spa, Sungai Raya.

Muda menerangkan, sebelumnya Pemerintah Kabupaten Kubu Raya juga telah menerapkan transaksi nontunai dalam pengelolaan keuangan daerah. Hal serupa juga sudah diterapkan disetiap pemerintahan desa di kabupaten ini dengan menggunakan transaksi nontunai dalam pengelolaan keuangan desa.

“Hasil penerapan transaksi nontunai ini, nanti akan kami mintakan data verifikasi ke berbagai tingkat termasuk perbankan yang berkaitan dengan perkembangan jumlah pembukanan rekening tabungan dan sebagainya, karena ini juga menyangkut dengan percepatan inklusi keuangan dan sejenisnya,” jelasnya.

Di sisi lain, pihaknya juga akan mengoptimalkan program QRIS yang sudah diluncurkan Bank Indonesia untuk memperkuat sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kubu Raya. “Agar upaya yang kami lakukan ini berjalan maksimal, maka harus dilakukan secara serempak dengan kepung bakul, karena UMKM di perkuat dengan peningkatan kualitas hasil produksinya. Di sisi lain transaksinya juga diperkuat untuk memperluas pasar. Dan sekaligus transaksinya supaya ada percepatan efektif bagi pelaku UMKM ini untuk bisa lebih efektif dalam memperluas dan mengembangkan usahanya,” paparnya.

Bupati pertama Kubu Raya ini menambahkan, melalui Keppres nomor 3 Tahun 2021 yang menjadi landasan pembentukan TP2DD ini, tidak sekedar bertujuan mempercepat dan memperluas digitalisasi daerah, namun di  sisi lain kata Muda, adanya TP2DD juga berperann mendorong implementasi elektronifikasi transaksi pemerintahan daerah, meningkatkan transparansi keuangan daerah, mendukung tata kelola dan mengintegrasikan sistem pengelolaan keuangan dalam rangka mengoptimalkan pendapatan daerah.

Wakil Ketua DPRD Kubu Raya Suharso mengaku bangga, lantaran Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menjadi pemerintahan kabupaten/kota pertama di Kalimantan Barat yang telah membentuk Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah.

"Melalui pembentukan TP2DD ini secara tak langsung memacu kita meningkatkan pendapatan hasil daerah, termasuk bagi hasil pajak yang dikembalikan lagi ke Kubu Raya," ucapnya.

Politisi Partai Golkar ini menegaskan, parlemen Kubu Raya akan mendukung penuh setiap kebijakan pemerintah selama untuk kebaikan, percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahtraan masyarakat termasuk dalam implementasi percepatan dan perluasan digitalisasi daerah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Barat, Agus Chusaini menambahkan dalam upaya mendorong optimalisasi kinerja TP2DD di Kubu Raya, yang pertama dilakukan pihaknya yakni melakukan pemetaan (maping) terkait kegiatan transaksi baik di pemerintahan daerah dan di masyarakat. “Dari hasil maping itu semoga saja nanti akan ketahuan program kerja apa yang akan dilakukan, termasuk untuk mendorong agar semua transaksi keuangan bisa dilakukan secara non tunai,” jelasnya.

Agus berharap, dengan naiknya prasentase Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) nya naik atau meningkat, sehingga membuat masyarakat akan lebih terbiasa menggunakan transaski secara nontunai. “Dengan itu maka inlusi keuangan akan lebih cepat. Kami berharap inklusi keuangan capat di masyarakat dan ini saling mengikat, mempengaruhi sehingga kecepatan digitalisasi daerah akan terjadi. Kalau sudah digital, kami harap semuanya lebih lebih transaparan, akuntabel, mudah dilihat dan harapannya akan ada peningkatan pendapatan daerah bagi pemerintah daereah,” paparnya.

Ditanya faktor apa yang membuat Pemerintah Kubu Raya mmampu menjadi pemerintah kabupaten/kota pertama di Kalimantan Barat yang telah membentuk Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah, kata Agus Chusaini  Pembentukan TP2DD tersebut kata Agus tergantung dari kesiapan masing-masing kabupaten/kota di Kalimantan Barat.

“Secara umum kami lihat Kubu Raya ini memang paling cepat geraknya, pertama upaya digitalisasi hingga ke desa juga sudah diterapkan misalnnya dengan penerapan transaksi nontunai dalam pengelolaan keuangan desa,” ungkapnya.

Agus juga berharap upaya penerapan sistem digitalisasi yang telah dilakukanPemerintah Kubu Raya bisa menjadi contoh dan motivasi bagi pemerintahan kabupaten/kota lainnya di Kalimantan Barat untuk segera membentuk Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah.

“Semoga saja dengan terbentuknya TP2DD di Kubu Raya ini bisa mendorong kabupaten/kota lainnya di Kalimantan Barat bisa segera melakukan hal serupa. Dan setelah Kubu Raya ini rencananya akan ada empat kabupaten/kota lagi di Kalbar yang akan membentuk TP2DD ini,” pungkasnya. (ash) Editor : Administrator
#Digitalisasi Daerah