"Kami meminta Aplikasi Bersatu Lawan Covid-19 (BLC) sebagai pihak yang menetapkan status daerah risiko Covid-19, untuk melakukan koreksi terhadap status zona di Kubu Raya, karena kami melihat ada data yang tidak linier dari status yang ditetapkan pada tanggal 8 Agustus lalu," kata Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan Kamis (12/8) kepada wartawan di Sungai Raya.
Agar segera ditindaklanjuti, kata Muda pada 10 Agustus lalu, pihaknya juga sudah melayangkan surat dengan Nomor 442.3.2/1716/Dinkes-C kepada Satgas Covid-19 Nasional untuk merevisi data tersebut.
"Sehubungan dengan kategori zonasi risiko daerah kabupaten/kota Kalimantan Barat yang disiarkan oleh Bersatu Lawan Covid-19 di mana Kabupaten Kubu Raya tetap masuk dalam Zona Risiko Tinggi (Zona Merah)," ujarnya.
Muda yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Covid-19 Kubu Raya ini menerangkan berdasarkan analisa yang dilakukan pihaknya, ada beberapa data kondisi riil penanganan Covid-19 yang tidak linier datanya.
"Maka kami sampaikan nilai pembanding yang linier yaitu 3 Indikator dari 14 indikator untuk perhitungan zona risiko antara lain Indikator 9, kecepatan laju insiden (perubahan insiden kumulatif) per-100.000 penduduk. Kemudian, indikator 13 rata-rata angka keterpakaian tempat tidur (TT) isolasi (BOR TT isolasi) dalam 1 pekan terakhir pada RS rujukan COVID-19 untuk menampung pasen COVID-19 di wilayah tersebut," jelas Muda.
Di sisi lain lanjutnya, indikator 14 rata-rata angka keterpakaian tempat tidur (TT) Intensi (persentase BOR TT Intensif) dalam 1 pekan terakhir pada RS Rujukan COVID-19 untuk menampung pasien COVID-19 di wilayah tersebut (data pembanding dari indikator terlampir).
"Karenanya kami mohon bisa segera dikoreksi, mengingat selisih analisa perhitungan tersebut berdampak pada hasil skor perhitungan untuk penentuan status zona resiko di Kabupaten Kubu Raya, di mana dalam hasil analisa perhitungan kami, per tanggal 7 Agustus 2021 otomatis sudah masuk dalam kategori zona risiko Sedang (nilai skor 1,91)," ungkapnya.
Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya, Marijan menegaskan pihaknya akan terus mengoptimalkan upaya penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 di Kubu Raya.
"Selain terus mengedukasi dan mengingatkan masyarakat akan pentingnya menerapkan disiplin protokol kesehatan, hingga saat ini kami bersama tim Satgas Covid-19 di Kubu Raya juga terus menggencarkan pelaksanaan vaksinasi bagi masyarakat yang digelar hingga ke tingkat desa bahkan tingkat dusun di Kubu Raya dengan tujuan akan semakin banyak warga di Kubu Raya yang mengikuti vaksinasi sehingga upaya untuk mencapai kekebalan kelompok bisa segera terealisasi," kata Marijan.
Melihat cukup baiknya antusias masyarakat mengikuti vaksinasi membuat Marijan meyakini pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di desa dan dusun bisa kembali dilakukan secara masif. Terlebih lanjutnya pemerintah daerah setempat juga melibatkan kepala desa dan perangkat desa termasuk kader kesehatan, dan semua elemen warga desa.
"Dengan terus gencar dan maksimalnya pelaksanaan vaksinasi ini ditambah dengan semakin baiknya tingkat kesadaran msyarakat maka diharapkan akan membuat kondisi Kubu Raya akan berubah menjadi lebih baik dan secara otomatis diharapkan akan turun status zonanya," harapnya.
Dalam upaya untuk terus mengoptimalkan pencegahan dan penyebaran Covid-19, Marijan menambahkan pihaknya akan terus memperbanyak testing dan tracing terhadap warga yang dinilai memiliki kontak erat sebalumnya terhadap pasien konfirmasi Covid-19. “Semakin banyak testing dan tracing, kami nilai akan lebih baik, sehingga lebih cepat ditangani dan dilakukan antisipasi lebih baik agar tidak bertambah kasusnya,” jelas Marijan.
"Sebelumnya kami juga terus mengoptimalkan pemanfaatan rumah singgah isolasi di tingkat desa, rumah isolasi disetiap kecamatan dan rumah isolasasi kabupaten bagi warga yang membutuhkan. Dan kami berharap masyarakat bisa berpatisipasi dalam upaya penanganan dan mencegah penyebaran Covid-19 misalnya dengan disiplin prokes dan turut menyukseskan vaksinasi Covid-19 di Kubu Raya ini,” pungkasnya. (ash) Editor : Administrator