Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Ingatkan Masyarat agar tidak Membuka Lahan dengan Membakar

admin2 • Kamis, 16 September 2021 | 09:18 WIB
https://pontianakpost.co.id/wp-content/uploads/2021/09/PONTIANAK-POST-LOGO-1.png
https://pontianakpost.co.id/wp-content/uploads/2021/09/PONTIANAK-POST-LOGO-1.png
RASAU JAYA – Menjadi salah satu daerah yang dinilai rentan terjadi kebakaran hutan dan lahan terutama saat musim kemarau membuat Kapolres Kubu Raya, Jerrold H. Y Kumontoy S.I.K mengimbau semua pihak terkait dan masyarakat Kubu Raya untuk lebih maksimal mengantsipasi dan berupaya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan lahan di  kabupaten termuda di Kalimantan Barat ini.

Selain menjaga lingkungan sekitar tempat tinggal masing-masing, kata Jerrold, hal lain yang bisa dilakukan masyarakat untuk mencegah terjadinya karhutla yakni tidak membuka lahan dengan cara membakar.

“Membuka lahan dengan cara membakar juga melanggar hukum dan sudah diatur dalam Pergub 103 tentang cara membuka lahan dengan kearifan lokal. Jadi  Sekali lagi saya imbau dan ingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Imbauan ini penting untuk kembali saya sampaikan, terlebih di Kubu Raya terdapat Bandara. Jika terjadi kebakaran di sekitar bandara tentu asap yang ditimbulkan bisa menganggu penerbangan, menghambat bergeraknya perekonomian serta menimbulkan polusi yang pada akhirnya berpengaruh pada kesehatan manusia,” papar Jerrold H.Y Kumontoy, Rabu (15/9) usai menghadiri Launching Aplikasi ASAP Digital Nasional secara virtual di Markas Daops Manggala Agni Rasau Jaya.

Selain Kapolres Kubu Raya, launching Aplikasi ASAP Digital Nasional yang dipimpin langsung Kapolri, Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, M.Si secara virtual tersebut  juga dihadiri Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan semua unsur Forkopimda Kubu Raya lainnya.

ASAP Digital Nasional sendiri kata Jerrold merupakan sebuah aplikasi sistem analisa pengendalian Karhutla. Melalui aplikasi ini katanya, memungkinkan setiap personel di lapangan lebih cepat mengetahui titik api guna meminimalisir terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

“Aplikasi Asap Digital Nasional ini akan membantu setiap personel di lapangan untuk menuju dan menemukan titik hotspot yang berada di wilayah Kalimantan Barat termasuk  di Kabupaten Kubu Raya,” jelasnya.

Menurutnya, teknologi ASAP digital nasional tahap pertama sudah terpasang kamera pengawas atau CCTV di 28 titik di 10 kepolisian daerah yang dinilai rawan. Rinciannya satu titik di Sumatera Utara; satu titik di Aceh; satu titik di Riau; 15 titik di Jambi; lima titik di Sumatera Selatan; satu titik di masing-masing Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Timur.

Untuk di Kalimantan Barat lanjutnya kamera pengawas atau CCTV juga  sudah terpasang di wilayah Rasau Jaya. “Tentunya kamera CCTV yang sudah terpasang ini nantinya berfungsi untuk lebih memudahkan penangganan karhutla di Kalimantan Barat termasuk di Kubu Raya,” pungkasnya. (ash) Editor : admin2
#cegah karhutla