Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Nikah Bawah Tangan Masih Banyak Dilakukan, Muda Janji Optimalkan Isbat Nikah

Misbahul Munir S • Kamis, 29 September 2022 | 10:50 WIB
ISBAT NIKAH : Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan meninjau pelaksanaan isbat nikah di Kantor Camat Kuala Mandor B. IST
ISBAT NIKAH : Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan meninjau pelaksanaan isbat nikah di Kantor Camat Kuala Mandor B. IST
SUNGAI RAYA – Melihat masih cukup banyak masyarakat di Kubu Raya yang pernikahannya masih di bawah tangan membuat Bupati Kubu Raya berjanji akan terus mengoptimalkan pelaksanaan isbat nikah. Muda juga mengaku akan mengupayakan agar pelaksanaan isbat nikah bisa terus berlanjut dan menjadi salah satu program rutin yang akan menyasar di setiap desa di Kubu Raya.

“Untuk pelaksanaan nikah isbat akan kami upayakan untuk terus dilakukan di setiap desa. Jadi semua kecamatan dan desa yang masih belum, kita akan programkan. Kita harapkan desa-desa semangat dan ini sangat penting bagi ketenangan dan kesehatan juga," ucap Muda, baru-baru ini usai menghadiri pelaksanaan isbat nikah di Kantor Camat Kuala Mandor B.

Hal itu dilakukan dengan melibatkan organisasi kemasyarakatan, seperti Perempuan Kepala Keluarga (Pekka).  Pada pelaksanaan isbat nikah di Kantor Camat Kuala Mandor B tersebut, terdapat sebanyak 39 pasangan suami istri yang dirangkul pihak desa bersama Pekka untuk mengikuti isbat nikah.

Lanjut dia, pemerintah bersama tim terpadu terutama pengadilan agama, Kantor Kementerian Agama, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, dan Dinas Pemberdayaan Perempuan terus melakukan sinergi. Sebab jika tidak, maka pelaksanaan isbat nikah akan terhambat. Ia menegaskan akan komitmen pada kesadaran dan visi bahagia pemerintah daerah, terutama untuk membahagiakan semua rumah tangga yang ada di Kubu Raya.

"Karena ada kepastian hukum, diantaranya status hukum anak, status hukum perkawinan, dan lain sebagainya. Ini sangat perlu karena jika tidak punya buku nikah, akan menimbulkan banyak hal, terutama potensi konflik di dalam rumah tangga terkait warisan, aset, dan sebagainya. Hal ini dilakukan untuk menghindari semua hal itu," ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Muda juga meminta agar semua desa di Kubu Raya terus bersemangat. Terutama dalam melakukan pendataan kepada warga yang tidak memiliki surat nikah, sehingga nantinya bisa dilayani. Begitu juga pengadilan agama, Dinas Dukcapil, dan Dinas P3KB juga bisa terus memperkuat program ini.

"Isbat nikah ini sayang kalau tak dimaksimalkan. Desanya harus semangat semuanya. Kalau desanya tak semangat, akan berpengaruh dengan yang lain. Jadi ini semua membangkitkan kita. Inilah makna hidup yang harus kita banggakan," ungkapnya.

Muda juga mengingatkan, agar jangan sampai potensi-potensi itu muncul dan harus bisa melihat ekspektasi, semuanya harus betul-betul harus tersebar, seperti pengadilan agama yang selalu merespon cepat. Di tempat yang sama, Camat Kuala Mandor B, Nurwanti menambahkan dengan adanya program isbat nikah ini, empat desa di Kecamatan Kuala Mandor B sudah terlayani.

"Yang banyak menikah biasa ada di lima desa. Namun satu belum tersentuh, yakni Desa Retok. Insya Allah ke depan Desa Retok akan kita programkan. Kami juga berharap program isbat nikah ini terus berjalan. Sehingga semua masyarakat yang nikah siri semuanya terlayani, terutama di Kecamatan Kuala Mandor B," tutup Nurwanti. (ash) Editor : Misbahul Munir S
#kuala mandor b #isbat nikah #Nikah Bawah Tangan