Menurut Muda, menjaga lingkungan, berkaitan erat dengan upaya menjaga ketahanan daerah dan sumber pangan. Jika sungai dijaga, makanya isinya akan lestari dan memberikan manfaat bagi manusia. Terlebih di Kubu Raya yang merupakan daerah pesisir dan memiliki sungai yang luas dan panjang. “Kita bersyukur tiada habisnya karena potensi yang berasal dari sungai isinya tidak akan bisa habis kalau memang selalu dijaga,” ujarnya.
Lebih jauh Muda menyatakan pemerintah daerah akan membuat regulasi terkait upaya pelestarian lingkungan hidup khususnya untuk melindungi habitat yang ada di pesisir dan sungai. “Kita berusaha untuk ke depan ada regulasi yang kita perkuat dan diarahkan ke peraturan daerah untuk larangan meracun, menyetrum, dan mengebom yang sifatnya membahayakan bagi habitat yang ada di pesisir dan sungai,” jelasnya.
Jika aturan tersebut sudah ada, sambungnya, maka aparat terkait akan lebih mudah mengambil tindakan untuk upaya pelestarian lingkungan. Berkaitan dengan hal itu, Muda mengajak seluruh komunitas memancing untuk ikut berpatisipasi dengan cara membuat usulan ke pemerintah kabupaten agar bisa menjadi dasar pembuatan regulasi.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kubu Raya, Rini Kurnia Solihat mengapresiasi kelompok pemuda di Sungai Rengas yang telah sukses menggelar lomba memancing udang di Sungai Berembang selama dua tahun berturut-turut. “Tentunya melihat antusiasme peserta yang mencapai 203 orang, mudah-mudahan lomba memancing di Sungai Berembang ini akan kita jadikan ajang tahunan,” ucap Rini.
Rini juga menilai lomba memancing bukan sekadar wadah rekreasi menyalurkan hobi. Lebih dari itu, kata dia, lomba memancing diharapkan membangun kesadaran warga untuk juga bersemangat dalam melindungi ekosistem sungai. “Harapan kami seperti itu. Karena kalau kita tidak melindungi sungai ini, nanti udang dan ikannya bisa habis,” jelasnya. Seiring tingginya animo warga mengikuti lomba mancing, Rini berharap setinggi itu pula semangat masyarakat untuk melindungi sungai. (ash) Editor : Misbahul Munir S