“Penanganan angka kemiskinan Kubu Raya cukup baik sehingga angkanya kini hanya tersisa 0,38 persen. Sedangkan secara nasional saat ini data BPS menunjukkan angka kemiskinan ekstrem masih ada sebanyak 1,74 persen. Tapi kalau Bank Dunia menghitung, Indonesia 1,5 persen. Kubu Raya ini di bawah angka nasional," kata Muhadjir Effendy, Jumat malam (26/5) usai membuka Rakernas IKA PMII di Qubu Resort Kubu Raya.
Karenanya lanjut Muhadjir, pihaknya mendorong agar dalam 1,5 tahun setengah ke depan, pemerintah daerah terus bekerja keras berupaya angka tersebut menjadi 0 persen. “Saat ini untuk menurunkan angka tersebut tergantung, bagaimana kerja keras dari kinerja pemerintah daerah," jelas Muhadjir.
Sementara itu, Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan menambahkan pihaknya telah menerapkan sistem informasi data berbasis geospasial atau ruang kebumian yang sangat akurat untuk membangun segala sektor dengan tepat sasaran. Sehingga kemiskinan di setiap rumah tangga akan dapat diketahui. “Based on data, tepat akurat dari sumbernya secara langsung dan bisa disatupadukan, sehingga sinergis. Inilah kuncinya percepatan sekaligus mengejar kebahagiaan,” imbuhnya.
Dikesempatan yang sama, Muda pun mengaku optimistis dapat terus menekan angka kemiskinan di Kubu Raya. “Untuk itu, kami terus bergerak di dalam dan terus menata bagaimana membangun daerah ini, khususnya dalam mewujudkan visi Kabupaten Kubu Raya yang bahagia, bermartabat, terdepan, berkualitas, dan religius,” terangnya.
Orang nomor satu di Pemerintahan Kabupaten Kubu Raya ini menambahkan, saat ini pihaknya juga sedang merancang bagaimana mengoptimalkan UMKM dan mendorong sistemnya agar bisa menciptakan pasar secara sistemik. “Kami selalu ingin mendorong usaha-usaha kecil masyarakat agar bisa ke dunia kemitraan secara lebih luas," tutup Muda. (ash) Editor : Misbahul Munir S