Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, AIPTU Ade membenarkan informasi tersebut. Kata Ade, menurut keterangan saksi-saksi setelah dimintai keterang oleh pihak kepolisian, korban ditemukan dalam keadaan tertelungkup, dengan posisi badan mengambang di atas air dan kepala sudah terendam di dalam air.
"Korban bernama Misli (35), warga Desa Permata Jaya, Kecamatan Sungai Raya, Korban merupakan karyawan buruh harian lepas di PT.CTB. Saat korban ditemukan rekan satu kerjanya, korban berada di dalam parit dengan posisi badan mengambang di atas air dan kepala sudah terendam di dalam air. Rekan kerja korban langsung mengangkatnya dengan tujuan menyelamatkan korban. Selanjutnya korban tersebut diletakan di tepi jalan dengan posisi tak sadarkan diri," papar Ade, Senin (17/7) di Sungai Raya.
Ade menjelaskan, saat itu salah satu rekan korban langsung memberitahukan kejadian tersebut kepada pihak PT. CTB. Selanjutnya, korban dibawa ke Puskesmas Sungai Asam untuk diperiksa kondisinya. “Namun, setibanya di puskesmas, tim medis menyatakan bahwa denyut nadi dan jantung korban sudah tidak berdetak, dan korban dinyatakan meninggal dunia,” jelasnya.
"Berdasarkan keterangan saksi-saksi, diduga korban terpeleset saat hendak buang air besar, Hal ini terlihat dari posisi celana korban yang sedikit terturun hingga ke paha. Penyebab kematian korban diduga karena kepala korban sudah terlalu lama terendam di dalam air di parit tempat korban terjatuh," jelas Ade.
Berdasarkan keterangan dari orang tua korban, ternyata korban, menurutnya, memiliki riwayat penyakit epilepsy. Informasi ini pun, menurut dia, juga dibenarkan oleh istri korban dan kerabat dekat korban lainnya. Pihak keluarga juga telah dipastikan dia, menolak untuk dilakukannya visum atau otopsi terhadap korban, dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah yang menimpa keluarga mereka.
"Jenazah korban dibawa ke rumah orang tuanya di Dusun Sri Medan, Desa Sukalanting, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, untuk disemayamkan dan pihak keluarga korban menolak untuk dilakukannya visum atau autopsi, atas kejadian tersebut pihak keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah, namun pihak kepolisian tetap melakukan penyelidikan," pungkas Ade. (ash) Editor : Misbahul Munir S