UPAYA untuk mengoptimalkan implementasi kurikulum Mulok Gambut dan Mangrove disetiap sekolah di Kubu Raya terus dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya.
Beberapa sosialisasi dalam upaya pelestarian gambut dan mangrove kata dia juga sudah dilakuan banyak pihak, dan Dinas Pendidikan juga ingin ikut berkontribusi dalam memberikan sosialiasi dan mengedukasi masyarakat terkait pelestarian gambut dan mengarove.
“Cara sosialisasi dan edukasi pelestarian gambut dna mangrove yang kami lakukan ini itu dengan memberikan informasi seluas-luasnya sejak dini bagi masyarakat, khususnya kalangan pelajar dengan menerapkan dan mengembangkan Kurikulum Mulok Gambut dan Mangrove di setiap sekolah SD kelas 5 dan 6 dan SMP kelas VII, VIII, dan IX,” papar Syarif Firdaus kepada Pontianak Post, Rabu (21/2) di ruang kerjanya.
Adapun dalam pelaksanaannya, implementasi Kurikulum Mulok Gambut dan Mangrove lanjut dia, diintegrasikan dengan beberapa mata pelajaran, seperti mata pelajaran IPA, IPS, dan Bahasa Indonesia.
Sejauh ini lanjutnya, karena implementasi Kurikulum Mulok Gambut dan Mangrove memang terintegrasi dengan sejumlah mata pelajaran umum di sekolah, maka untuk penerapannya tidak ada masalah.
“Berdasarkan pantauan kami di lapangan, seluruh sekolah di Kubu Raya sudah mengimplementasikannya,” jelasnya.
Dalam upaya peningkatan hasil dari implementasi Kurikulum Mulok Gambut dan Mangrove kata Firdaus, membuat pihaknya juga mendorong peningkatan dan pengembangan kapasitas para guru yang mengampu mata pelajaran Mulok Gambut dan Mangrove di Kubu Raya.
“Pengembangan dan peningkatan kapasitas para guru ini juga terus kami lakukan sceara bertahap, melalui pendampingan dan bimbingan teknis terhadap guru mata pelajaran Mulok Gambut dan Mangrove.
Termasuk pemenuhan kebutuhan modul dan bahan ajarnya,” paparnya. Sebelumnya kata Firdaus, pihaknya juga sudah mendistribusikan buku dan bahan ajar yang berkaitan dengan penerapan Mulok Gambut dan Mangrove di Kubu Raya.
Ditanya apakah setelah berjalan setahun dalam penerapannya, sudah ada evaluasi terkait implementasi Kurikulum Mulok Gambut dan Mangrove di Kubu Raya? Kata Firdaus, untuk evaluasi secara khusus hingga saat ini masih sedang disusun formatnya.
“Namun kalau untuk evaluasi yang sifatnya umum, itu terus kami lakukan secara berkalan melalui para pembina dan tenaga pengawas kami di lapangan atau di sekolah baik di SD dan SMP yang tersebar disemua daerah di Kubu Raya,” pungkas Firdaus. (ash)
Editor : A'an