SUNGAI RAYA – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kubu Raya, Herry Purwoko mengutarakan berdasarkan prediksi dari Badan Mateorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Supadio, hingga sepekan ke depan wilayah Kalimantan Barat termasuk Kabupaten Kubu Raya akan minim curah hujan.
Dalam upaya mengantisipasi dan mencegah terjadinhya kebakaran hutan dan lahan ketika curah hujan minim dan masuk musim kemarau, kata Herry, baru-baru ini Pj Bupati Kubu Raya, Syarif Kamaruzaman, katanya, sudah mengeluarkan SK nomor 199 terkait status siaga Karhutla.
“Selumnya pada 17 Juli 2024 Pj Bupati Kubu Raya, juga sudah mengeluarkan surat edaran terkait larangan membakar hutan dan lahan dalam kegiatan pertanian, Perkebunan dan sejenisnya,” jelas Herry kepada Pontianak Post, Minggu (21/7) di Sungai Raya.
Beberapa waktu lalu, kata dia, di Kubu Raya memang terpantau beberapa titik api yang muncul di Kubu Raya, tepatnya di Parit Delima dan Gang Sampang di Desa Punggu Kecil, Kecamatan Sungai Kakap.
Pihak BPBD Kubu Raya sejumlah pihak terkait seperti TNI/Polri, Masyarakat Peduli Api, relawan Damkar swasta dan sejenisnya lanjut dia juga sama-sama memadamkan titik api tersebut.
“Dan alhamdulillah titik api yang ada di Desa Punggu Kecil tersebut sudah bisa dipadamkan,” jelasnya.
Namun untuk mengantisipasi dan kembali mencegah terjadinya titik api di Kubu Raya, kata Herry, sesuai dengan surat edaran yang telah dikeluarkan Pj Bupati Kubu Raya, maka pihaknya terus melakukan sosialisasi ke masyarakat mengenai dampak pembakaran hutan dan lahan dan bagaimana upaya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
“Di sisi lain, kami bersama sejumlah pihak terkait seperti TNI/Polri juga terus melakukan patrol disjeumlah titik yang dinilai rentan terjadi kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.
Selain di kawasan Desa Punggur, kata Herry, belajar dari pengalama tahun-tahun sebelumnya, potensi terjadi titik api juga rentan terjadi di sekitar Sungai Raya Dalam, Desa Punggur Kecil.
“Kami juga terus berupaya denga pihak-pihak terkait untuk kkian gencar mensosialisasikan ke masyarakat agar sama-sama menjaga wilayah tempat tinggal masing-masing untuk terhindar dari kebakaran hutan dan lahan,” ungkapnya.
Herry menambahkan, karea Punggur Kecil dan kawasan sekitar Sungai Raya Dalam dekat dengan kawasan Bandara Supadio.
Hal itu membuat pihaknya terus memantau potensi terjadinya titik api di kawasan tersebut, sehingga bisa segera dilakukan pencegahan dini.
“Kawasan Bandara merupakan salah satu objek vital, makanya upaya untuk terus menjaga keamanan sekitar lingkungan bandara dari adanya titik api, juga terus kami optimalkan tentunya dengan bekoordinasi dan bekerja sama dengan sejumlah pihak terkait lainnya,” pungkas Herry. (ash)
Editor : A'an