SUNGAI RAYA – Bawaslu Kabupaten Kubu Raya terus memberikan imbauan kepada aparatur pemerintahan untuk menjaga netralitas dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kubu Raya.
"Kami terus mengimbau dan mengingatkan agar ASN, kepala desa, TNI/Polri, serta pihak-pihak terkait lainnya bisa menjaga netralitas dari dinamika politik yang berkembang selama proses pencalonan bupati dan wakil bupati Kubu Raya," ujar Komisioner Bawaslu Kubu Raya Divisi Pencegahan, Pengawasan Partisipatif, dan Hubungan Masyarakat, Gustiar, Selasa (17/9).
Menurutnya, Pilkada yang digelar 27 November mendatang merupakan pesta demokrasi bersama, sehingga seluruh elemen masyarakat, termasuk kepala desa, memiliki tanggung jawab untuk menciptakan suasana aman dan kondusif di wilayah masing-masing.
“Kami berharap para kepala desa bisa ikut menjaga ketenangan di desa-desa mereka dan tetap netral dalam Pilkada ini,” tambah Gustiar.
Ia menekankan bahwa posisi netralitas bagi kepala desa berarti tidak memberikan keuntungan atau kerugian kepada salah satu pasangan calon yang tengah berkompetisi untuk menjadi kepala daerah. Selain itu, mereka diharapkan dapat menjaga stabilitas politik dan keamanan selama masa kampanye hingga hari pemilihan.
"Pelaksanaan Pilkada ini adalah tanggung jawab kita bersama. Oleh karena itu, mari kita semua menjaga ketertiban dan keamanan. Kami dari Bawaslu Kubu Raya akan terus mengawasi setiap tahapan Pilkada agar berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku," jelasnya.
Gustiar juga menyoroti pentingnya peran TNI/Polri dan para kepala desa dalam mencegah terjadinya pelanggaran selama proses Pilkada.
Ia berharap sinergi antara berbagai pihak dapat menghindarkan masyarakat dari praktik-praktik yang melanggar aturan, baik selama kampanye maupun pada hari pemilihan nanti.
"Kami mengajak semua pihak untuk terus saling mengingatkan demi mencegah terjadinya pelanggaran dalam Pilkada tahun ini. Mari bersama-sama menjaga agar pesta demokrasi ini berjalan lancar dan sesuai aturan," tutup Gustiar. (ash)
Editor : A'an