SUNGAI RAYA — Pemerintah Kabupaten Kubu Raya melalui Dinas Kesehatan terus berupaya menekan angka stunting di wilayahnya.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya, Wan Iwansyah, mengungkapkan bahwa angka stunting di Kubu Raya menunjukkan tren penurunan yang signifikan. Berdasarkan hasil evaluasi Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPBGM), terjadi penurunan angka stunting sekitar 20 persen di Kubu Raya.
"Penurunan ini merupakan hasil dari berbagai upaya yang telah kami lakukan. Salah satu strategi yang akan terus kami tingkatkan adalah mendorong masyarakat, terutama ibu dan anak, untuk rutin melakukan kunjungan ke Posyandu," ujar Wan Iwansyah kepada Pontianak Post, Minggu (22/9), di Sungai Raya.
Menurutnya, kunjungan rutin ke Posyandu sangat penting untuk mendeteksi lebih awal tanda-tanda stunting pada anak atau balita.
Dengan deteksi dini, penanganan bisa segera dilakukan sebelum kondisi stunting semakin parah, sehingga angka stunting dapat terus ditekan.
Wan Iwansyah juga menjelaskan bahwa Kecamatan Sungai Raya merupakan salah satu daerah dengan kasus stunting tertinggi di Kubu Raya.
"Dengan jumlah bayi dan balita yang tinggi, kasus stunting di Kecamatan Sungai Raya berbanding lurus dengan populasi anak-anaknya. Oleh karena itu, Sungai Raya menjadi salah satu wilayah yang mendapatkan perhatian lebih dalam penanganan stunting," jelasnya.
Untuk memperkuat penanganan stunting, lanjut Wan Iwansyah, Dinas Kesehatan Kubu Raya telah membentuk Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS) di tingkat kabupaten.
Tim ini bertugas mengoordinasikan berbagai langkah strategis guna memastikan upaya pencegahan dan penanganan stunting berjalan optimal di seluruh kecamatan.
Ia menambahkan bahwa salah satu langkah utama yang terus didorong oleh Dinas Kesehatan Kubu Raya adalah meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program Posyandu.
Posyandu menjadi tempat penting bagi ibu dan anak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dasar, termasuk pengukuran berat dan tinggi badan anak yang dapat mendeteksi dini risiko stunting.
"Jika kunjungan rutin ke Posyandu meningkat, diharapkan deteksi dini kasus stunting bisa lebih cepat dilakukan," ungkap Wan Iwansyah.
Ia juga berharap, melalui peningkatan kesadaran masyarakat untuk mengakses Posyandu, angka stunting di Kubu Raya dapat terus ditekan hingga mencapai target nasional.
Edukasi kepada ibu hamil dan orang tua tentang pentingnya asupan gizi yang tepat bagi pertumbuhan anak juga menjadi fokus utama dalam upaya pencegahan stunting.
Penurunan angka stunting di Kubu Raya tidak lepas dari kerja sama lintas sektor yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, Puskesmas, hingga masyarakat.
Wan Iwansyah menegaskan pentingnya sinergi antara semua pihak untuk memastikan bahwa program-program pencegahan dan penanganan stunting berjalan dengan baik dan tepat sasaran.
"Kami akan terus mengajak semua pihak untuk berkolaborasi dalam menangani stunting. Dari pemerintah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat, semuanya harus bersatu untuk memastikan bahwa anak-anak di Kubu Raya tumbuh sehat dan terbebas dari stunting," tutup Wan Iwansyah. (ash)
Editor : A'an