SUNGAI RAYA – PT Angkasa Pura Indonesia, Kantor Cabang Bandara Supadio, bekerja sama dengan Kick Andy Foundation, Kamis (26/9), menyerahkan bantuan kaki palsu dan alat bantu dengar kepada warga difabel yang berdomisili di sekitar bandara. Seremoni penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan di Gedung Serba Guna, Graha Chandra Dista Wiradi, Bandara Supadio.
Executive General Manager Bandara Supadio, Muhamad Iwan Sutisna, menyampaikan bahwa bantuan kaki palsu dan alat bantu dengar ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan. Iwan menegaskan komitmen PT Angkasa Pura Indonesia dalam memberikan dampak positif kepada masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan.
"Bantuan ini adalah bukti nyata komitmen kami untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah dan memberikan manfaat kepada masyarakat, terutama mereka yang memiliki keterbatasan fisik," ujar Iwan.
Pada kesempatan tersebut, total bantuan yang diserahkan berupa 16 kaki palsu dan 15 alat bantu dengar yang diberikan kepada warga difabel dari Kabupaten Kubu Raya, Mempawah, dan Ketapang. Iwan berharap, bantuan ini dapat memudahkan aktivitas penerima dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
“Kami akan terus berusaha memberikan manfaat lebih besar lagi bagi warga yang membutuhkan, sehingga aktivitas mereka dapat berjalan lebih lancar dan mandiri,” tambah Iwan usai acara penyerahan.
Salah satu penerima bantuan, Nuraini (33), warga Desa Punggur Besar, tidak dapat menyembunyikan rasa syukur. Ia, yang sejak lahir mengalami kecacatan fisik, menyatakan bahwa kaki palsu yang diterimanya akan sangat membantu aktivitas sehari-harinya.
“Sudah lama saya berharap bisa mendapatkan kaki palsu ini. Dengan adanya bantuan ini, saya berharap bisa beraktivitas normal seperti orang lain. Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas rezeki ini,” ungkap Nuraini dengan haru. Ia juga berharap program bantuan semacam ini terus berlanjut sehingga lebih banyak difabel yang terbantu.
Dalam kesempatan yang sama, Pj Bupati Kubu Raya, Syarif Kamaruzaman, turut hadir dan memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif PT Angkasa Pura Indonesia dan Kick Andy Foundation. Menurutnya, bantuan ini tidak hanya menjadi bentuk kepedulian sosial, tetapi juga memberi harapan baru bagi para difabel untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan ini. Semoga para penerima dapat lebih mandiri dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Dan tentunya, bantuan ini juga menjadi motivasi bagi mereka yang memiliki keterbatasan fisik,” kata Kamaruzaman, sembari berharap kerja sama antara pemerintah daerah dan sektor swasta dalam program-program sosial terus berlanjut.
Ketua Yayasan Kick Andy Foundation, Ali Sadikin, menambahkan bahwa bantuan kaki palsu dan alat bantu dengar ini merupakan salah satu program yang sudah berjalan sejak 2017 bersama PT Angkasa Pura Indonesia.
“Semoga bantuan ini bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan, dan kami akan terus melanjutkan program ini, termasuk di Kalimantan Barat,” ujar Ali. Ia juga mengimbau para penerima agar memanfaatkan bantuan ini untuk menjalani aktivitas yang positif, seperti beribadah, bekerja, dan melakukan kegiatan yang membawa kebaikan.
“Yang namanya palsu pasti tidak sempurna. Namun, kita harus bersyukur dengan apa yang masih kita miliki. Bagi yang masih memiliki satu kaki, syukurilah, karena Allah masih memberikan nikmat kehidupan,” tambah Ali, sembari mengingatkan pentingnya rasa syukur dan amal kebaikan dalam kehidupan.
Penyerahan bantuan kaki palsu dan alat bantu dengar ini, menjadi bukti nyata kepedulian sosial dari PT Angkasa Pura Indonesia dan Kick Andy Foundation yang tidak hanya memberikan bantuan fisik, tetapi juga harapan baru bagi masyarakat yang membutuhkan. (ash/ser)