SUNGAI RAYA – Anggota DPRD Kabupaten Kubu Raya menghadiri Bimbingan Teknis (Bimtek) Keluarga Berintegritas pada Rabu (2/10) di Ruang Mahoni, Qubu Resort.
Acara ini dibuka oleh Penjabat (Pj) Bupati Kubu Raya, Syarif Kamaruzaman, dengan tema "Mewujudkan Keluarga Berintegritas Melalui Nilai-nilai Anti Korupsi".
Bimtek ini bertujuan memperkuat kesadaran anti-korupsi di kalangan anggota legislatif serta keluarga mereka, sebagai langkah strategis dalam menciptakan pemerintahan yang bersih dan berintegritas di Kubu Raya.
Dalam sambutannya, Kamaruzaman menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan anggota DPRD dalam membangun pemerintahan yang transparan dan bebas dari korupsi.
“Integritas harus dimulai dari individu dan keluarga agar nilai-nilai kejujuran bisa tertanam kuat. Korupsi tidak hanya merugikan negara secara finansial, tetapi juga menyebabkan berbagai masalah sosial seperti kemiskinan dan pengangguran,” ujarnya.
Acara Bimtek ini menghadirkan narasumber dari Direktorat Pembinaan Peran Serta Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia, David Sepriwasa. Ia menyoroti bahwa banyak kasus korupsi di Indonesia melibatkan anggota keluarga pejabat yang kurang memahami pentingnya integritas.
“Penanaman nilai-nilai anti-korupsi di lingkungan keluarga sangat penting agar keluarga pejabat negara tidak terjebak dalam tindakan yang melanggar hukum,” jelas David.
Para peserta Bimtek, yang terdiri dari anggota DPRD Kubu Raya beserta pasangan mereka, menunjukkan antusiasme yang tinggi.
Materi yang disampaikan menekankan bagaimana korupsi bisa merusak tatanan masyarakat dan pentingnya membangun keluarga yang berintegritas sebagai benteng moral dalam mencegah korupsi.
Wakil Ketua Sementara DPRD Kubu Raya, Zulkarnain, menyambut baik inisiatif ini. Ia mengatakan, Bimtek tersebut memberikan pemahaman baru terkait pentingnya menjaga integritas baik di lingkungan pekerjaan maupun keluarga.
Ia menambahkan, Bimtek Keluarga Berintegritas ini merupakan langkah awal dalam membangun tata kelola pemerintahan yang lebih baik, tidak hanya di lingkungan kerja legislatif, tetapi juga di keluarga penyelenggara negara. (ash)
Editor : A'an