SUNGAI RAYA – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, melalui Dinas Sosial, terus mendorong peningkatan sensitivitas para relawan dan pekerja sosial di wilayahnya.
Upaya ini diwujudkan melalui program penguatan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS), yang bertujuan memberikan pembinaan dan penyegaran tugas serta fungsi bagi para relawan di lapangan.
Melalui kegiatan penguatan ini, para relawan diharapkan dapat semakin peka terhadap permasalahan sosial yang ada di masyarakat.
Sekretaris Daerah Kubu Raya, Yusran Anizam, mengapresiasi peran para pekerja sosial dalam menangani berbagai isu sosial di daerah tersebut.
Ia menyebut bahwa hingga kini terdapat 200 pekerja sosial yang tersebar di sembilan kecamatan di Kubu Raya. Menurutnya, kontribusi para relawan ini sangat berarti dalam mengurangi beban sosial yang dihadapi pemerintah daerah.
"Kami sangat bersyukur atas sensitivitas dan peran yang sangat baik dari para pekerja sosial. Kontribusi mereka membantu menangani berbagai masalah sosial di Kubu Raya," ujar Yusran pada Selasa (15/10) usai membuka kegiatan Penguatan PSKS di Aula Praja Utama, Kantor Bupati Kubu Raya.
Yusran menambahkan, penurunan angka kemiskinan di Kubu Raya dalam beberapa tahun terakhir, yang tercatat sebagai yang terendah di Kalimantan Barat, tidak terlepas dari kontribusi para pekerja sosial.
Mereka turut andil dalam mendata dan menangani berbagai permasalahan sosial di masyarakat.
"Tentu kami sangat berharap teman-teman pekerja sosial tetap semangat dalam memberikan pendampingan kepada masyarakat, terutama di tengah keterbatasan pemerintah daerah dari sisi pembiayaan maupun sumber daya manusia," lanjutnya.
Kepala Dinas Sosial Kubu Raya, Wasilun, menjelaskan bahwa kegiatan Penguatan PSKS merupakan bentuk rapat koordinasi antara pilar-pilar sosial yang bertujuan meningkatkan sensitivitas terhadap berbagai permasalahan sosial di wilayah Kubu Raya.
"Dalam kegiatan ini, kami menghadirkan narasumber yang dapat memberikan motivasi kepada para pekerja sosial agar mereka lebih bersemangat menjalankan tugasnya yang sangat membantu Dinas Sosial," kata Wasilun.
Wasilun menambahkan bahwa semakin banyak jumlah penduduk, maka semakin banyak pula masalah sosial yang harus diselesaikan.
Oleh karena itu, melalui kegiatan ini, pihaknya berharap para pekerja sosial dapat lebih peka terhadap kondisi sosial di lapangan.
Terkait dengan bantuan yang diberikan oleh Dinas Sosial, Wasilun menjelaskan bahwa sifatnya insidentil.
"Misalnya ketika terjadi bencana dan status bencananya sudah ditetapkan oleh BPBD Kubu Raya, kami siap berkontribusi menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan masyarakat," ungkapnya.
Selain itu, ia juga mencontohkan insiden lain, seperti kasus anak yang terluka saat bermain, yang kemudian akan dikoordinasikan dengan pihak ketiga untuk membantu. Dengan demikian, Dinas Sosial berkomitmen untuk terus hadir dalam memberikan solusi bagi masyarakat yang membutuhkan. (ash)
Editor : A'an