SUNGAI RAYA – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan, bekerja sama dengan Lembaga Pelatihan ISPO Sumber Daya Indonesia Berjaya, telah menyelenggarakan pelatihan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) pada Selasa (3/12) di Gardenia Resort, Kubu Raya. Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari ini diikuti oleh 50 pekebun kelapa sawit dari berbagai daerah di Kubu Raya.
Direktur Lembaga Pelatihan ISPO, Andi Yusuf Akbar, memberikan apresiasi terhadap Pemerintah Kabupaten Kubu Raya atas dukungannya dalam penyelenggaraan pelatihan tersebut.
Menurutnya, pelatihan ISPO sangat penting bagi pekebun, sejalan dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 38 Tahun 2020 mengenai ISPO. Andi menyampaikan bahwa legalitas peserta pelatihan di Kubu Raya sudah lengkap, dengan adanya dokumen seperti Surat Keterangan Terdaftar (SKT), Surat Keterangan NIK (SKN), dan Surat Tanda Daftar Budidaya.
“Ini menunjukkan pendampingan yang luar biasa dari Dinas Perkebunan Kubu Raya,” ujarnya.
Penjabat Bupati Kubu Raya, Syarif Kamaruzaman, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan pemerintah untuk meningkatkan daya saing minyak sawit Indonesia di pasar global.
“Sertifikasi ISPO akan meningkatkan mutu produk sawit dan membuka akses ke pasar global. Ini adalah langkah konkret Pemkab Kubu Raya memanfaatkan Dana Bagi Hasil (DBH) sawit,” katanya.
Syarif Kamaruzaman juga menjelaskan bahwa DBH sawit akan digunakan untuk infrastruktur (80 persen) dan pelatihan serta pendataan (20 persen).
“Pelatihan ini adalah wujud nyata penggunaan DBH sawit untuk peningkatan kapasitas pekebun di Kubu Raya,” tambahnya.
Sertifikasi ISPO sangat penting untuk memastikan praktik perkebunan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab, terutama karena pasar internasional kini mengutamakan produk sawit yang memenuhi standar keberlanjutan.
Kepala Dinas Perkebunan Kubu Raya, Elfizar Idrus, menyatakan bahwa pelatihan ini mencakup dua program utama, yaitu sertifikasi ISPO dan pelatihan Internal Control System (ICS).
“Kami menghadirkan narasumber kompeten untuk memberikan materi terkait pengelolaan perkebunan, agar hasil perkebunan di Kubu Raya lebih maksimal,” jelasnya. Elfizar berharap pelatihan ini akan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pekebun, sehingga mereka mampu menerapkan praktik terbaik dalam pengelolaan perkebunan.
Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan mutu dan daya saing produk kelapa sawit Kubu Raya di pasar global, sekaligus mendukung visi keberlanjutan perkebunan kelapa sawit nasional. “Semoga pelatihan ini membawa manfaat besar bagi para pekebun dan masyarakat Kubu Raya,” tutup Elfizar. (ash)
Editor : A'an