Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Strategi Atasi Banjir, Sungai Ambawang Mulai Dilakukan Pengerukan

A'an • Senin, 30 Desember 2024 | 11:18 WIB

 

 

TINJAU BANJIR: Penjabat Gubernur Kalbar, Harisson bersama Pj Bupati  Kubu Raya, Syarif Kamaruzaman saat meninjau lokasi  banjir di Desa Pancaroba Kecamatan Sungai Ambawang, pekan lalu.
TINJAU BANJIR: Penjabat Gubernur Kalbar, Harisson bersama Pj Bupati  Kubu Raya, Syarif Kamaruzaman saat meninjau lokasi  banjir di Desa Pancaroba Kecamatan Sungai Ambawang, pekan lalu.

SUNGAI RAYA — Upaya pengerukan Sungai Ambawang di Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya belum lama ini sudah mulai dilakukan. Pengerukan Sungai ini merupakan salah satu langkah strategis untuk mengatasi banjir yang kerap melanda kawasan tersebut.

Pengerukan yang digarap oleh Balai Wilayah Sungai Kalimantan ini menargetkan pengerukan sepanjang 38 kilometer, mencakup wilayah Desa Pancaroba dan sekitarnya, dengan jadwal penyelesaian pada Januari 2025.

Saat menyambangi kawasan Desa Pancaroba, Kecamatan Sungai Ambawang baru-baru ini, Penjabat Gubernur Kalimantan Barat, Harisson, menjelaskan banjir yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Sungai Ambawang telah membawa berbagai dampak serius, termasuk terganggunya arus lalu lintas dan lumpuhnya aktivitas ekonomi masyarakat.

“Baik warga dari hulu yang hendak menuju Pontianak maupun sebaliknya menghadapi kendala. Banjir juga melumpuhkan aktivitas ekonomi masyarakat setempat,” kata Harisson.

Harisson menilai, Balai Wilayah Sungai Kalimantan telah memulai pembersihan untuk meningkatkan kapasitas tampung sungai. Ia berharap langkah ini dapat mengurangi genangan di jalan utama, khususnya saat curah hujan tinggi.

“Apabila hujan turun terus-menerus, air dapat teraliri dengan baik tanpa menggenangi jalan. Ini penting untuk menjaga distribusi logistik dari hilir ke hulu agar tidak terganggu. Lonjakan harga akibat banjir dapat memicu inflasi, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru,” jelasnya.

Harisson juga mengungkapkan Kementerian Dalam Negeri melalui Inspektur Jenderal (Irjen) menyarankan penerapan rekayasa cuaca untuk mengatasi banjir di daerah rawan. “Rekayasa cuaca memungkinkan hujan dialihkan ke kawasan lain sehingga tidak terkonsentrasi di satu lokasi. Selain itu, pemerintah provinsi terus melakukan perbaikan saluran air atau drainase untuk meminimalkan risiko banjir,” ujar Harisson.

Sementara itu, Penjabat Bupati Kubu Raya, Syarif Kamaruzaman, turut menyambut baik solusi rekayasa cuaca ini. Ia menekankan pentingnya menjaga jalur Trans Kalimantan yang melintasi Kecamatan Sungai Ambawang agar bebas dari genangan yang menghambat arus barang dan orang.

Baca Juga: Pemkot Singkawang Gelar Diseminasi Pencegahan Korupsi Untuk Penyelenggaraan Pemerintahan yang Baik

“Banjir di jalan ini sangat berdampak terhadap arus barang dan orang. Terlebih lagi, kita sudah memasuki momen persiapan Natal dan Tahun Baru. Semoga langkah ini menjadi solusi bagi masyarakat Kubu Raya,” tegas Kamaruzaman, seraya mengatakan langkah pengerukan tersebut ini diharapkan tidak hanya mengurangi frekuensi dan dampak banjir, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kelancaran distribusi logistik dan peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat. (ash)

Editor : A'an
#SUNGAI AMBAWANG #banjir #kubu raya