PONTIANAK POST - Tim Rescuer Unit Siaga SAR Basarnas Kayong Utara, yang dipimpin oleh Teguh Wahyudi, terus melakukan pencarian intensif terhadap dua anak yang menjadi korban serangan buaya, salah satunya bernama Markes.
Pencarian telah memasuki hari ketujuh sejak insiden tragis tersebut terjadi pada 18 Februari 2025 lalu.
Sebelumnya, tim yang sama juga melakukan pencarian terhadap korban lain, Ronaldo, yang hingga kini belum ditemukan setelah lebih dari 20 hari menyisiri sungai.
Kendala utama yang dihadapi tim Rescuer adalah cuaca ekstrem, seperti hujan deras dan angin kencang, serta keberadaan puluhan buaya ganas yang sering muncul di permukaan sungai, baik siang maupun malam hari.
"Kondisi alam dan banyaknya buaya di lokasi pencarian membuat upaya penyelamatan semakin sulit. Kami tetap berkoordinasi dan memantau dari lokasi untuk memaksimalkan pencarian," ujar Teguh Wahyudi.
Tim SAR berharap korban dapat segera ditemukan meskipun tantangan di lapangan semakin berat. Pencarian terus dilakukan siang dan malam untuk mengantisipasi kemungkinan korban muncul ke permukaan. (den)
Editor : Miftahul Khair