PONTIANAK POST – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berupaya mempercepat pembangunan infrastruktur guna meningkatkan konektivitas dan kesejahteraan masyarakat. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui Program Karya Bakti TNI. Program ini akan dimulai dengan pembangunan jalan poros yang menghubungkan Desa Rasau Jaya dan Desa Sungai Bulan.
Bupati Kubu Raya, Sujiwo, mengungkapkan kerja sama ini bertujuan tidak hanya untuk mempercepat pembangunan infrastruktur tetapi juga untuk meningkatkan efisiensi anggaran. Menurutnya, biaya pembangunan jalan dengan Program Karya Bakti dapat dipangkas secara signifikan. Jika anggaran Rp10 miliar dalam metode konvensional hanya mampu membangun jalan sepanjang 1,7 kilometer, maka melalui Program Karya Bakti TNI, panjang jalan yang dapat dibangun meningkat hingga 3,5 kilometer.
“Ini sesuai dengan Undang-Undang TNI yang memungkinkan TNI untuk membantu dan mendukung pemerintah daerah baik di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi,” jelas Sujiwo, Senin (24/3) saat memimpin Rapat Koordinasi Rencana Pembangunan Jalan Melalui Program Karya Bhakti TNI di Ruang Rapat Bupati Kubu Raya .
Sujiwo juga menekankan Program Karya Bakti bukan sekadar solusi percepatan pembangunan, tetapi juga sebagai upaya mempererat hubungan antara rakyat dan TNI. Menurutnya, program ini merupakan salah satu bentuk nyata kemanunggalan antara rakyat dan TNI.
“Ini salah satu terobosan kita. Jika menggunakan anggaran normal, saya harus menyiapkan lebih dari Rp20 miliar untuk membangun jalan Rasau Jaya ke Desa Sungai Bulan. Karena itu, kita ambil langkah ini, tentunya dengan tetap mengikuti aturan yang berlaku. Program Karya Bakti juga masuk dalam proyek strategis daerah (PSD) yang pengawasannya ketat,” ungkapnya.
Sujiwo menegaskan seluruh kegiatan dalam Program Karya Bakti harus sesuai dengan regulasi dan aturan yang ada. Oleh karena itu, pihaknya akan meminta masukan dan saran dari lembaga terkait seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) guna memastikan program ini berjalan dengan baik dan transparan. “Kami akan mendiskusikan ini dengan KPK dan meminta masukan dari BPK agar Program Karya Bakti dapat berjalan tanpa hambatan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tambahnya.
Orang nomor satu di Pemerintahan Kubu Raya ini juga menyatakan kerja sama antara pemerintah daerah dan TNI merupakan langkah strategis untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam hal infrastruktur yang memadai. Dia berharap program ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak sehingga dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Kubu Raya.
“Mohon dukungannya agar Program Karya Bakti bisa berjalan dengan baik. Ini akan menjadi pilot project kita. Jika hasilnya sesuai harapan masyarakat, maka saya pastikan beberapa ruas jalan lainnya bisa menggunakan skema ini. Bahkan bisa mencapai 50 hingga 100 persen dari total pembangunan jalan yang direncanakan,” tegasnya.
Sujiwo menilai, Program Karya Bakti TNI bukan hanya sekadar solusi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam melakukan percepatan pembangunan infrastruktur dengan efisiensi anggaran yang lebih baik. “Saya yakin dengan cara seperti ini kita bisa menjawab harapan rakyat,” pungkas Sujiwo. (ash)
Editor : A'an