PONTIANAK POST – Meski sempat mengalami defisit anggaran, realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kubu Raya Tahun Anggaran 2024 menunjukkan progres yang menggembirakan. Berdasarkan data yang disampaikan Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto, dalam Rapat Paripurna pidato pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) 2024, realisasi APBD telah mencapai 95,31 persen.
Sukiryanto menjelaskan bahwa LKPj 2024 masih dalam proses penyusunan laporan keuangan. Data yang tersedia saat ini bersifat unaudited karena Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) belum mengeluarkan hasil audit resmi. Dalam rapat yang digelar di Kantor DPRD Kubu Raya, Rabu (26/3), ia menyampaikan bahwa Pendapatan Daerah Kubu Raya tahun 2024 ditargetkan sebesar Rp1,8 triliun, dengan realisasi mencapai Rp1,7 triliun atau 95 persen.
"Pendapatan tersebut terdiri dari tiga komponen utama, yaitu Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pendapatan Transfer, dan Lain-lain Pendapatan yang Sah. Pada sektor PAD, realisasi mencapai Rp253 miliar dari target Rp266 miliar atau sekitar 95,20 persen. Dari jumlah tersebut, Pajak Daerah melampaui target yang ditetapkan dengan realisasi Rp189,6 miliar atau 100,31 persen," papar dia.
Sementara itu, Retribusi Daerah mengalami peningkatan dari target Rp10,05 miliar menjadi Rp11,72 miliar. Hasil pengelolaan kekayaan daerah tercapai sesuai target sebesar Rp4,1 miliar, sedangkan Lain-lain Pendapatan yang Sah hanya mencapai Rp47,7 miliar dari target Rp62,8 miliar atau sekitar 76,08 persen.
Pada Pendapatan Transfer, realisasi mencapai Rp1,5 triliun atau 95,83 persen dari target Rp1,6 triliun. Dari jumlah tersebut, pendapatan transfer dari pemerintah pusat yang ditargetkan Rp1,47 triliun terealisasi sebesar Rp1,43 triliun atau 97,31 persen. Namun, pendapatan transfer antar-daerah yang ditargetkan Rp126 miliar hanya terealisasi Rp98,9 miliar atau 78,50 persen.
Sementara itu, realisasi belanja daerah tahun 2024 mencapai Rp1,7 triliun atau 95,31 persen dari target Rp1,8 triliun. Anggaran belanja terdiri dari belanja operasi, belanja modal, belanja tidak terduga, dan belanja transfer. Belanja operasi yang mencakup belanja pegawai, belanja barang dan jasa, belanja hibah, serta belanja bantuan sosial ditargetkan sebesar Rp1,4 triliun dan terealisasi Rp1,3 triliun atau sekitar 94,16 persen.
Rinciannya, belanja pegawai yang ditargetkan Rp666 miliar telah terealisasi sebesar Rp632 miliar atau 94,93 persen. Belanja barang dan jasa mencapai Rp642 miliar dari target Rp691 miliar atau 92,91 persen. Belanja hibah yang ditargetkan Rp87 miliar terealisasi Rp86 miliar, sementara belanja bantuan sosial mencapai Rp51 miliar dari target Rp54 miliar atau sekitar 94,71 persen.
Untuk belanja modal, yang mencakup pembelian tanah, peralatan dan mesin, pembangunan gedung, jaringan irigasi, serta aset tetap lainnya, realisasi mencapai Rp186 miliar dari target Rp189 miliar atau sekitar 98,33 persen. Sementara itu, belanja tidak terduga yang dialokasikan sebesar Rp1,8 miliar telah terealisasi Rp1,7 miliar atau 97,70 persen. Adapun belanja transfer yang ditargetkan Rp236,8 miliar, hampir seluruhnya terealisasi dengan capaian Rp236,5 miliar atau sekitar 99,87 persen.
Ketua DPRD Kubu Raya, Johan Saimima, menyampaikan bahwa LKPj Tahun 2024 akan segera dibahas dalam rapat legislatif melalui Panitia Khusus (Pansus) yang telah dibentuk dan disahkan. "Kami akan menunggu hasil pembahasan lebih lanjut antara Pansus dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait sebelum mengambil keputusan selanjutnya," pungkasnya. (ash)
Editor : A'an